29 November 2022

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Teologi Reformed

Teologi Reformed merupakan sebuah kristalisasi yang sistematis mengenai pembelajaran akan Allah dan karya-Nya yang berfokus pada Alkitab. Pengakuan-pengakuan iman dalam teologi Reformed, antara lain: Belgic Confession (Pengakuan Iman Belanda), Heidelberg Catechism (Katekismus Heidelberg), Canon of Dort (TULIP), The Westminster Confession and Catechism (Pengakuan dan Katekismus Westminster).

Beberapa prinsip dalam teologi Reformed[1]:

  1. Teologi Reformed berpusat pada kemuliaan Allah

Inti sari utama teologi Reformed terletak pada kemuliaan Allah Tritunggal (Mazmur 96:3; Yohanes 17:1). Teologi Reformed sering kali disebut sebagai teologi yang berpusat pada Allah “God-centered Theology”. Teologi ini menekankan bahwa segala sesuatu adalah dari Allah dan untuk Allah (Roma 11:36), hal ini termasuk keberadaan manusia bertujuan untuk memuliakan dan menikmati Allah selamanya (Katekismus Singkat Westminster).

  • Teologi Reformed menggunakan logika yang berdiri atas dasar Alkitab

Teologi Reformed membangun seluruh doktrinya di atas studi dan penafsiran Alkitab yang dapat dipertanggung-jawabkan secara logika (Yesaya 8:20).

  • Teologi Reformed bukanlah gerakan revolusi melainkan gerakan reformasi

Semangat dari teologi Reformed bukanlah membuat sebuah keyakinan baru di dalam gereja, melainkan membawa kembali iman ortodoksi di tengah gereja. Teologi Reformed tetap memegang doktrin Trinitas dari konsili Nicea, Konstantinopel, Kalsedon, dan pemikiran dari bapa-bapa gereja, seperti Chrysostom dan Agustinus.

  • Teologi Reformed meninggikan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Mediator

Teologi Reformed menekankan bahwa Kristus adalah segalanya bagi orang percaya (Kolose 3:11). Alkitab mengajarkan bahwa Kristus merupakan satu-satunya Perantara Allah kepada manusia dan manusia kepada Allah (Ibrani 1:1-2). Teologi Reformed menegaskan bahwa Kristus memiliki peran sebagai Mediator dengan jabatan sebagai Nabi, Imam, dan Raja.

  • Teologi Reformed menekankan infalibilitas dan ineransi Alkitab

Teologi Reformed percaya bahwa Allah adalah benar, maka firman-nya adalah kebenaran. Hal ini memberikan penegasan ketidakbersalahan Alkitab dan isi Alkitab mengandung kesalahan. Teologi Reformed juga percaya bahwa penulis Alkitab telah diilhamkan oleh Allah sendiri (2 Timotius 3:16), diilhamkan ini memiliki arti bahwa Roh Kudus memimpin dan memampukan para penulis Alkitab untuk menulis wahyu Allah, sehingga Alkitab dapat dipegang dan dipercaya, serta tidak adanya kesalahan.

Ev. Andry Ligawan

Bacaan Lanjutan:

  1. Yakub B. Susabda. Pengantar Ke dalam Teologi Reformed. (Lembaga Reformed Injili Indonesia)
  2. Stephen Tong. Reformasi & Teologi Reformed. (Lembaga Reformed Injili Indonesia)
  3. G.J. Baan. TULIP. (Momentum)
  4. R.C. Sproul. What is Reformed Theology?. (Baker Books)

[1] Joel R. Beeke, Paul M. Smalley, 10 Things You Should Know about Reformed Theology, April 14, 2019, diakses dari https://www.crossway.org/articles/10-things-you-should-know-about-reformed-theology-2/

GKT Hosana
gkt_hosana
Gkt Hosana