September 18, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

SEJARAH GKT HOSANA

Bermula dari sekelompok anak Tuhan yang bermigrasi dari daratan Tiongkok ke Indonesia yang rindu memiliki gereja sendiri untuk berbakti kepada Tuhan, maka pada bulan Agustus 1909 yang disponsori oleh Pdt. Zang Yung Sin dan beberapa rekan kerja dengan memakai nama Gereja Pemberitaan Injil telah mendirikan Gereja Kristen Methodist Surabaya dan pada tahun 1914 mulai mengadakan dua kali kebaktian dengan bahasa Cantonese dan bahasa Hokkian. Tempat ibadahnya diadakan di Jalan Samudera 49-51 Surabaya.

Berhubung peserta kebaktian terus meningkat, di antaranya ada yang berbahasa Hok Ciu dan berbahasa Hing Hua, maka tahun 1922 mulai diadakan kebaktian berbahasa Hok Ciu pada pukul 16.00 WIB, pada tahun 1927 ditambah lagi dengan kebaktian berbahasa Hing Hua. Mulai saat itu, setiap minggu diadakan empat kali kebaktian dalam bahasa yang berbeda. Pada tanggal 25 September 1927 dengan kesepakatan dari pengurus tiga kebaktian, nama gereja diubah menjadi Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee, dan Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee seksi Hok Ciu kemudian diubah menjadi Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee – Hok Ciu – Kuo Yu, dalam kebaktian digunakan bahasa Fu Qing dan Mandarin. Pada tahun 1940 gereja mengundang Pdt. Baring L. Yang sebagai gembala jemaat, kemudian tahun 1966 menahbiskan Ev. Philip Wangsa menjadi Pendeta untuk menggantikan Pdt. Baring L. Yang yang memasuki masa emeritus.

Pada bulan Januari 1968 melalui sidang raya, nama Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee diubah menjadi Gereja Kristus Tuhan (GKT), yang memiliki anggaran dasar terdaftar resmi di Departemen Agama sebagai organisasi agamis yang dilindungi oleh hukum negara.

Seiring berjalannya waktu juga muncul konflik atau perbedaan pendapat antara majelis dan hamba Tuhan dalam sejarah GKT. Pada tahun 1973 karena perbedaan pendapat antara majelis dan hamba Tuhan, akhirnya gereja pecah menjadi dua dan tetap memakai nama GKT Hok Ciu-Kuo Yu, dengan meminjam gedung GPIB Imanuel sebagai tempat kebaktian dan Sekolah Kristen Pirngadi sebagai kelas sekolah minggu. Pada tahun 1975 GKT Hok Ciu-Kuo Yu membeli sebidang tanah di jalan Galuhan untuk pembangunan gereja. Puji Tuhan, tahun 1976 pembangunan gedung gereja dapat diselesaikan dan ditempati.

Pada tahun 1985 GKT Hok Ciu-Kuo Yu berubah nama menjadi Gereja Kristus Tuhan Jemaat Hosana, dan tidak lagi menggunakan bahasa Fu Qing dalam khotbah dan terjemahannya, melainkan menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.

Pada tahun 1995 gereja menahbiskan Ev. Sia Kok Sin menjadi Pendeta menggantikan Pdt. Philip Wangsa, yang memasuki masa emeritus. Kemudian pada tahun 2002 gereja menahbiskan Ev. Silas Liman menjadi Pendeta menggantikan Pdt. Sia Kok Sin. Dua tahun kemudian gereja juga menahbiskan dua hamba Tuhan dari Pos Pekabaran Injil (PI) Wilayah Timur dan Pos PI Wilayah Barat menjadi Pendeta. Mereka adalah Ev. Hadi Sugianto menjadi pendeta Pos PI Wilayah Timur dan Ev. Budiono Joeng menjadi pendeta Pos PI Wilayah Barat. Kedua Pos PI tersebut kemudian menjadi jemaat yang dewasa pada tahun 2005, yang sekarang kita kenal dengan nama GKT Jemaat Hosana Bumi Permai dan GKT Jemaat Citraraya. Selain kedua Pos PI yang sudah didewasakan ini, GKT Jemaat Hosana juga masih memiliki 3 (tiga) Pos PI yang lain, yaitu Pos PI Sidoarjo dengan gembala sidang Ev. Agus Pramono, Pos PI Porong dengan gembala sidang Ev. Adi Sriono, dan Pos PI Nirwana Executive dengan gembala sidang Ev. Gagat Agust Charismaraya.

Pada akhir bulan Agustus 2004, Pdt. Silas Liman bersama keluarga ke Xia Men – Tiongkok untuk memperdalam bahasa Mandarin, maka GKT Hosana mengalami kekosongan jabatan Gembala Jemaat. Pada bulan Februari 2005 GKT Jemaat Hosana mengundang Pdt. Sia Kok Sin sebagai gembala konsulen.

Dalam sidang raya Sinode GKT ke-24 pada tahun 2009, Pos PI Sidoarjo didewasakan menjadi jemaat yang dewasa dengan nama GKT Jemaat Sidoarjo dengan gembala sidang Ev. Agus Pramono.

Selanjutnya, mulai awal bulan Juli 2012, GKT Jemaat Hosana mengundang Pdt. Yohanes Mattulesy (Pdt. Yohanes Chai) menjadi Gembala Sidang menggantikan Pdt. Sia Kok Sin yang berfokus dalam pelayanan di bidang pendidikan yaitu sebagai dosen di STT Aletheia Lawang. Pada tanggal 10 November 2014 gereja menahbiskan dua orang hamba Tuhan gembala sidang Pos PI yaitu Ev. Adi Sriono dan Ev. Gagat Agust Charismaraya menjadi Pendeta. Dalam sidang raya Sinode GKT ke-28 tanggal 6–9 Juni 2017, kedua Pos PI GKT Hosana yaitu Pos PI Porong dan Pos PI Nirwana Executive resmi didewasakan menjadi jemaat yang mandiri, dan diberi nama GKT Jemaat Sola Fide Porong untuk Pos PI Porong, dan GKT Jemaat Hosana Nirwana untuk Pos PI Nirwana Executive.

Pada tanggal 30 November 2020 Pdt. Yohanes Chai (Gembala Sidang) mengakhiri masa pelayanannya di GKT Jemaat Hosana, dan sebagai Gembala Sidang yang baru adalah Ev. Philip Huang yang memulai masa pelayanannya pada tanggal 01 Desember 2020. Pada saat yang sama gereja juga mengundang Pdt. Kornelius A. Setiawan dari Badan Pengurus Sinode GKT sebagai pendeta konsulen yang juga memulai masa pelayanan pada tanggal 01 Desember 2020.

Demikian sejarah singkat GKT Jemaat Hosana. Kiranya GKT Jemaat Hosana tetap bersatu, bersemangat dan berkarya dalam misi Allah di dunia ini, sehingga menjadi gereja yang Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah untuk kemuliaan Allah Tritunggal:

Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus.