September 19, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Yeremia 17:5-8

17:5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 

17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 

17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Bapak Ibu yang terkasih dalam Tuhan. Masih ingatkah bapak Ibu akan cerita rakyat “Malin Kundang?” Di kisah akhir hidup Malin Kundang, ia berubah menjadi batu. Mengapa ia berubah menjadi batu? Pada waktu itu, Malin Kundang tidak mengenali ibunya (ia durhaka) sehingga ia dikutuk menjadi batu. Kisah ini sangat terkenal dan sering kita dengar. Kisah yang tidak asing bagi kita semua…

Firman Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yeremia itu disebabkan oleh dosa bangsa Yehuda. Yang mana dosa ini begitu mencolok sehingga mudah sekali dikenang. Dosa mereka terukir karena perbuatan mereka tentang penyembahan berhala dan kejahatan. Mereka beribadat / menyembah pada mezbah-mezbah dan tiang-tiang berhala yang telah didirikan untuk Dewi Asyera di setiap pohon rindang, di puncak-puncak bukit, dan di gunung-gunung di luar kota. Hal ini merupakan hal yang sering dilakukan di dalam hidup mereka. Ketidaksetiaan bangsa Yehuda membuat mereka akan kehilangan negeri dan mereka akan menjadi budak. Selain itu, Tuhan juga membuat semua harta kekayaan dan segala barang mereka dirampas oleh musuh-musuhnya. Dalam hal ini Tuhan marah (Ay. 4). Tuhan membuat mereka menyerahkan tanah yang telah Tuhan berikan dan Tuhan membuat mereka mengabdi kepada musuh-musuhnya di negeri yang asing bagi mereka.

Tuhan tidak suka ketika kita meninggalkan Tuhan, berharap pada manusia, dan bersandar pada kekuatannya. Tuhan akan menghukum orang yang demikian. Seperti tanaman yang tumbuh di padang, di tanah tandus, sunyi sepi dan bergaram. Tidak pernah orang tersebut akan mengalami kebaikan. Tetapi sebaliknya orang yang berharap / mengandalkan Tuhan akan diberkati Tuhan selalu. Seperti pohon di tepi sungai yang mengalir, yang akarnya merambat sampai ke air. Ketika kemarau datang, daun-daunnya selalu hijau. Juga sekalipun negeri dilanda kekeringan, ia tidak takut karena ia selalu menghasilkan buah. Darimanakah semua itu datang? Dari Tuhan, ketika kita mengandalkan Tuhan selalu. Sebesar apapun masalah, badai kehidupan yang melanda, kita dapat menghadapinya karena apa? Karena kita terus berharap kepada Tuhan maka Tuhan akan menolong. Mengandalkan kekuatan sendiri dan orang lain seringkali hal yang kita dapatkan adalah kekecewaan. Tetapi ketika kita mengandalkan Tuhan, berfokus pada Tuhan maka Ia akan melancarkan semuanya itu dan menolong kita. Kiranya Firman Tuhan hari ini dapat memberkati dan mengingatkan Bapak Ibu Saudara sekalian..

Amin

Ls. Cynthia