Sejarah Singkat GKT Jemaat Hosana Surabaya

Bermula dari sekelompok anak Tuhan yang berimigrasi dari daratan Tiongkok ke Indonesia yang rindu memiliki gereja sendiri untuk berbakti kepada Tuhan, maka pada bulan Agustus 1909 yang disponsori oleh Pdt. Zang Yung Sin dan beberapa rekan kerja dengan memakai nama Gereja Pemberitaan Injil telah mendirikan Gereja Kristen Methodist Surabaya dan pada tahun 1914 mulai mengadakan dua kali kebaktian dengan bahasa Cantonis dan bahasa Hokkian. Tempat ibadahnya diadakan di Jalan Samudera 49-51 saat ini.

Berhubung peserta kebaktian terus meningkat, diantaranya ada yang berbahasa Hok Ciu dan berbahasa Hing Hua, maka tahun 1922 mulai diadakan kebaktian berbahasa Hok Ciu pada pkl. 16.00 WIB, pada tahun 1927 ditambah lagi dengan kebaktian berbahasa Hing Hua. Mulai saat itu, setiap minggu diadakan empat kali kebaktian dalam bahasa yang berbeda. Pada tanggal 25 September 1927 dengan kesepakatan dari pengurus tiga kebaktian, nama gereja diubah menjadi Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee, dan Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee seksi Hok Ciu kemudian diubah menjadi Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee – Hok Ciu – Kuo Yu, dalam kebaktian digunakan bahasa Fu Qing dan Mandarin. Pada tahun 1940 gereja mengundang Pdt. Baring L. Yang sebagai gembala jemaat, kemudian tahun 1966 menahbiskan Ev. Philip Wangsa menjadi Pendeta untuk menggantikan Pdt. Baring L. Yang yang memasuki masa emeritus.

Pada bulan Januari 1968 melalui Sidang Raya, nama Tiong Hwa Khie Tok Kauw Hwee diubah menjadi Gereja Kristus Tuhan, yang memiliki anggaran dasar terdaftar resmi di Departemen Agama sebagai organisasi Agamis yang dilindungi oleh Hukum Negara.

Seiring berjalannya waktu juga muncul konflik atau perbedaan pendapat antara majelis dan hamba Tuhan dalam sejarah GKT. Pada tahun 1937 karena perbedaan pendapat antara majelis dan hamba Tuhan, akhirnya gereja pecah menjadi dua. Gereja kami tetap memakai nama GKT Hok Ciu-Kuo Yu, dengan meminjam gedung GPIB Imanuel sebagai tempat kebaktian dan sekolah Pirngadi sebagai kelas Sekolah Minggu. Pada tahun 1975 GKT Hok Ciu-Kuo Yu membeli sebidang tanah di Jl. Galuhan untuk pembangunan gereja. Puji Tuhan, tahun 1976 pembangunan gedung gereja dapat diselesaikan dan ditempati.

Pada tahun 1985 GKT Hok Ciu-Kuo Yu berubah nama menjadi Gereja Kristus Tuhan Jemaat Hosana, dan tidak lagi menggunakan bahasa Fu Qing dalam khotbah dan terjemahannya, melainkan menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.

Pada tahun 1995 gereja menahbiskan Ev. Sia Kok Sin menjadi Pendeta menggantikan Pdt. Philip Wangsa, yang memasuki masa emeritus. Kemudian pada tahun 2002 gereja menahbiskan Ev. Silas Liman menjadi Pendeta menggantikan Pdt. Sia Kok Sin. Dua tahun kemudian gereja juga menahbiskan dua hamba Tuhan dari Pos PI Wilayah Timur dan Pos PI Wilayah Barat menjadi Pendeta. Mereka adalah Ev. Hadi Sugianto menjadi pendeta Pos PI Wilayah Timur dan Ev. Budiono Joeng menjadi pendeta Pos PI Wilayah Barat. Kedua Pos PI tersebut kemudian menjadi jemaat yang dewasa pada tahun 2005. Selain kedua Pos PI yang sudah didewasakan ini, GKT Jemaat Hosana juga masih memiliki dua Pos PI yang lain, yaitu Pos PI Porong dengan gembala sidang Ev. Adi Sriono dan Pos PI Nirwana Executive dengan gembala sidang Ev. Gagat Agust Charismaraya.

Pada akhir bulan Agustus 2004, Pdt. Silas Liman bersama keluarga ke Xia Men – Tiongkok untuk memperdalam bahasa Mandarin, maka GKT Hosana mengalami kekosongan jabatan Gembala Jemaat. Pada bulan Februari 2005 GKT Jemaat Hosana mengundang Pdt. Sia Kok Sin sebagai Gembala Konsulen yang melayani di GKT Jemaat Hosana.

Selanjutnya, mulai awal bulan Juli 2012, GKT Jemaat Hosana mengundang Pdt. Yohanes Mattulesy (Pdt. Yohanes Chai) menjadi Gembala Sidang menggantikan Pdt. Sia Kok Sin yang berfokus dalam pelayanan di bidang pendidikan yaitu sebagai dosen di STT Aletheia Lawang.

Pada tanggal 10 November 2014 gereja menahbiskan kedua gembala sidang Pos PI yaitu Ev. Adi Sriono dan Ev. Gagat Agust Charismaraya menjadi Pendeta.

Dalam Sidang Raya Sinode GKT ke-28 tanggal 6 – 9 Juni 2017, kedua Pos PI GKT Hosana yaitu Pos PI Porong dan Pos PI Nirwana Executive resmi didewasakan menjadi jemaat yang mandiri, dan diberi nama GKT Sola Fide Porong untuk Pos PI Porong, dan GKT Hosana Nirwana untuk Pos PI Nirwana Executive.

Saat ini, GKT Jemaat Hosana dilayani oleh beberapa orang hamba Tuhan, yaitu : Pdt. Yohanes Chai, Ev. Christine Hwoolys, Ev. Cuniadi, Ev. Ruth Liang, Ev. Andry Saputra Ligawan, Ibu Triyanah Chandra Alam, Ev. Tan Yunus Sutandio, dan Ev. Elani. Bersama rekan-rekan Majelis kami pada periode 2016-2017 ini, yaitu : Eddy Madiono Sutanto, Andreas Wangsa, Djuny Kasim, Rudy Hermanto, Evi Novianty, Ailen Utami Dewi, Dedy Kurniawan, Franky Janong, Redo Tumbelaka, Ribka Imelda Kurniawan, Rudy Kok Jiang, Timotius Siswanto, Yulius Yasin.

Demikian sejarah singkat GKT Jemaat Hosana, kiranya GKT Jemaat Hosana tetap Bersatu, Bersemangat dan Berkarya dalam Misi Allah di dunia ini, sehingga menjadi GEREJA SEHAT yang BERAKAR, BERTUMBUH, dan BERBUAH untuk KEMULIAAN ALLAH TRITUNGGAL : ALLAH BAPA, ALLAH PUTRA, ALLAH ROH KUDUS.