September 28, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Keyakinan Dan Kerinduan

Mazmur 27:1-6

Mazmur 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

            Di masa-masa yang serba tidak pasti seperti sekarang ini, secara natur, manusia mencari “pegangan” yang pasti. Bahkan di kala “pegangan” (contoh: harta, kekuasaan, kepandaian, orang lain, dll) yang biasa diandalkan sudah tidak lagi bisa dijadikan “pegangan”, manusia masih terus mencari dan mencari. Namun mereka pasti akan menemukan kegagalan, jika “pegangan” yang mereka cari KELIRU.

            Bagi kita, ORANG PERCAYA, “pegangan” kita satu-satunya adalah TUHAN. Seperti yang telah kita pelajari dari Daud melalui Mazmur 27 ini. Ada 2 hal yang kita dapat pelajari dari Daud, yang berhasil bertahan di dalam kesulitan hidup, yaitu:

  • KEYAKINAN AKAN TUHAN (Mazmur 27:1-3)

Daud memiliki keyakinan yang kuat akan TUHAN, yang sanggup menolongnya dalam menghadapai kesulitan hidup. Ada 3 atribut yang Daud gambarkan tentang TUHAN, yaitu:

  • Terang. Tuhan adalah terang ketika kita menghadapi gelapnya jalan hidup kita. Ketika kita tidak bisa melihat jalan kita, Tuhanlah terang yang menuntun hidup kita. Percayalah pada Tuhan saja.
  • Keselamatan. Tuhan adalah keselamatan kita. Dia sanggup menjaga kita dari segala bahaya yang mengancam hidup kita. Bahkan Tuhan telah menyelamatkan jiwa kita, sehingga kita memiliki hidup yang kekal.
  • Benteng Hidup. Tuhan adalah pelindung kita dan pemelihara hidup kita.
  • KERINDUAN AKAN HADIRAT TUHAN (Mazmur 27:4-6)

Daud mengungkapkan kerinduannya untuk senantiasa tinggal di dalam Bait Allah, karena di sanalah Daud menemukan belas kasihan Allah dan keindahan Allah.

            Hidup Daud sarat dengan kesulitan dan ketakutan akibat perang-perang melawan musuh-musuh Israel. Namun di tengah keadaan seperti itu, justru Daud menemukan damai ketika berada di dalam rumah Tuhan. Demikian pula kita, Tuhan senantiasa mencurahkan belas kasihanNya kepada kita, anak-anakNya. Sehingga kita dapat menemukan DAMAI di tengah-tengah berkecamuknya dunia. Belas kasihan Tuhan akan senantiasa menolong kita melewati masa-masa sulit.

            Selain itu keindahan yang dinikmati Daud ketika berada di rumah Tuhan, tentunya bukan keindahan Kemah Suci, karena Bait Allah Salomo yang maha indah belum didirikan. Keindahan di sini adalah keindahan yang dirasakan Daud karena kedekatannya dengan Tuhan. Persekutuan inilah yang selalu dirindukan Daud. Oleh sebab itu marilah kita terus berusaha untuk menemukan keindahan Tuhan melalui persekutuan kita dengan Tuhan. Melalui saat teduh pribadi dan pertemuan-pertemuan ibadah bersama dengan saudara seiman yang lain, akan membangun kerinduan kita akan persekutuan kita dengan Allah. Jangan tinggalkan hal-hal itu. Amin.

Ev. Yunus Sutandio