September 19, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Indahnya Saat Berdoa

Efesus 6:18, “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”

Dari masa ke masa, dalam perjalanan kehidupannya, orang Kristen sadar tentang pentingnya doa dalam mempertahankan hubungan yang intim bersama dengan Tuhan. Dalam situasi kehidupan apapun, kita selalu membutuhkan pertolongan dan kuasa Tuhan. Hari ini kita belajar dari sebuah nyanyian himne yang berjudul “Indahnya Saat Berdoa” (PPR 160), dalam bahasa Inggris berjudul “Sweet Hour of Prayer”, ditulis oleh William W. Walford.

Dalam situasi kehidupan yang sulit dan penuh tantangan, kita sangat membutuhkan pertolongan dan kekuatan Tuhan. Dialah benteng yang teguh, gunung batu perlindungan, gembala yang baik, sahabat yang setia, serta Bapa yang selalu mau mendengar semua keluhan kita. Bait pertama mengatakan: “Di waktu hatiku susah, jiwaku dapat sentosa.”

            Dalam situasi kehidupan yang landai dan tenang, kita membutuhkan kekuatan Tuhan agar kita tidak terbuai dengan “kenyamanan”, yang dapat membuat kita lengah dan jatuh. Di bait ke-2, kita diingatkan untuk tetap berfokus pada Allah. Dikatakan, “Mendapat rahmat melimpah, Ia suruh cari wajahNya. Bersandar pada FirmanNya.”

            William W. Walford adalah seorang pengkhotbah di sebuah dusun Coleshill, Inggris. Beliau mengalami gangguan penglihatan, bahkan sudah mendekati kebutaan. Di pertengahan abad ke-19, tidak biasa kehidupan seorang hamba Tuhan dicukupi oleh gereja. Sehingga Walford membuka sebuah toko perhiasan kecil. Namun di dalam segala kesulitan yang dihadapi, beliau menemukan kekuatan, penghiburan dan tuntunan Tuhan di setiap waktu-waktu doa pribadinya. Sehingga beliau mengungkapkan bahwa waktu-waktu itu begitu manis, tidak hanya karena berkat dan rahmat hari ini, tetapi juga pengharapan masa depan.

            Di bait ke-3, Walford menunjukkan, “Melalui mata imanku dengan jelas nampak Surga. Lepas tubuh yang p’nuh lelah, dan pahala ku t’rimalah.” Marilah, sesuai dengan Firman Tuhan di Efesus 6:18, kita terus berjaga-jaga di dalam doa kita dengan permohonan yang tidak putus-putusnya untuk segala orang kudus. Kita perlu berdoa secara terus menerus selama hidup di dunia, sampai kita berjumpa dengan Tuhan muka dengan muka. Saat itulah kita tidak membutuhkan doa lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita meninggalkan kehidupan doa kita, justru semakin hari kita perlu melatih diri kita untuk berdoa.

Inilah saat berdoa. Sungguh indahlah rasanya.

Berlutut di hadapanNya. Curahkan isi hatiku.

Di waktu hatiku susah. Jiwaku dapat sentosa.

Terlepas dari kuasa g’lap. Pada saat ku berdoa.

Inilah saat berdoa. Permintaanku terbawa.

Sampai ke tahta anug’rah. Mendapat rahmat berlimpah.

Ia suruh cari wajahNya. Bersandar pada FirmanNya.

Serahkan ke bimbanganku. Pada saat ku berdoa.
Inilah saat berdoa. Hiburkan hati yang susah.

Melalui mata imanku dengan jelas nampak Surga.

Lepas tubuh yang p’nuh lelah. Dan pahalaku t’rimalah.

Ku bersorak puji Tuhan. Dan ingat saat berdoa.

Di akhir perenungan kita, marilah kita menyanyikan lagu ini dengan mengikuti musik pada link berikut ini.