September 17, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Hidup Orang Kristen

Filipi 2:12-18
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Pada perikop ini, Paulus menujukan tulisannya kepada semua orang kudus. Seperti yang telah ditulis oleh Paulus dalam Filipi 1:1 bahwa ia menujukan surat ini kepada semua orang kudus dan para penilik jemaat dan diaken di Filipi. Orang-orang yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang telah percaya kepada Kristus (yang dipisahkan / dikhususkan). Hari ini kita akan belajar 3 cara hidup orang Kristen.

Mengerjakan Keselamatan (Ay. 12).
Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk tetap mengerjakan keselamatan yang artinya menjadi serupa dengan Kristus. Kata “kerjakan keselamatan” ini pernah jadi pergumulan gereja di Filipi atau dengan kata lain mereka menghadapi permasalahan ini. Kita sebagai orang Kristen juga dapat belajar akan hal ini. Satu hal pernyataan yang sungguh indah, bahwa Tuhan memiliki rencana di dalam hidup kita dan Ia akan menolong dengan tujuan untuk kemuliaan namaNya. Setiap kita harus menjadi seperti Kristus, tetapi juga harus menjadi diri sendiri. Kita tidak mengimitasi atau meniru orang Kristen yang dipandang hebat. Kita hanya mengikuti bahwa Kristus ada di dalam diri mereka. Selain itu, orang lain dapat melihat Kristus ada dalam diri kita, sehingga hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Menjalani hidup yang serupa dengan Kristus itu tidak mudah untuk dijalankan, tetapi Tuhan senantiasa menolong setiap kita untuk hidup serupa dengan Kristus.

Tidak bersungut-sungut tetapi menjadi berkat (Ay. 14-15).
Paulus memperlihatkan perbedaan yang nyata antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya. Orang yang tidak percaya mereka akan terus bersungut-sungut dan mencari-cari kesalahan, tetapi orang percaya bersukacita dalam segala situasi. Meski lingkungan sekitar kita tidak sejalan dengan perintah Kristus, tetapi orang Kristen berpegang pada Firman Tuhan. Meski dunia tampak gelap, tetapi orang Kristen bersinar seperti lampu yang menerangi ruangan. Ketika kita mengijinkan Tuhan untuk berkarya dalam hidup kita, kita akan mendapat kekuatan untuk berkarya bagi lingkungan sekitar kita. Menjalankan setiap tugas itu dengan tidak bersungut-sungut, melainkan mengandalkan Tuhan.

Bersukacita (Ay. 16-18).
Ada 2 jenis sukacita yang akan kita peroleh bagi orang yang mengerjakan keselamatan (menjadi serupa dengan Kristus).

Pertama, dikatakan bahwa mereka akan hidup bersama Kristus di surga kelak (Ay. 16). Kedua, mereka juga akan memiliki hati yang gembira (bersukacita). Tuhan akan memberikan hadiah bagi mereka yang setia kepadaNya. Penderitaan yang ada dibumi akan diganti dengan kemuliaan di surga. Mereka akan melihat bahwa apa yang dilakukan itu tidak akan sia-sia. Paulus di sini menggunakan kata sukacita. Kebanyakan orang akan sedih dengan adanya penderitaan, tetapi Paulus bersukacita di tengah penderitaan. Demikian juga kita sebagai orang percaya, kita harus tetap bersukacita meski keadaan tidak baik karena kita mempunyai Tuhan yang selalu menolong. Amin

Ls. Cynthia