September 28, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Hati yang Bijaksana

Amsal 4:20-27

4:20 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;

4:21 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. 

4:22 Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. 

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

4:24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. 

4:25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. 

4:26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 

4:27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

            Dari beberapa ayat di atas kita dapat belajar 2 hal:

  1. Mendengar dan menyimpan arahan (Ay. 20-22)

Ayat-ayat ini digambarkan seperti orang tua yang memberikan arahan kepada anaknya. Sebagai seorang yang mendapat arahan, kita harus menyimpan instruksi / arahan tersebut di dalam hati. Hati digambarkan seperti loh batu yang diukirkan (3:3c). Orang yang bijak menggambarkan hati sebagai bagian dalam proses belajar. Seringkali kita meremehkan arahan dari orang tua / orang lain. Kita mendengar namun selang beberapa menit kemudian lupa. Seperti ada pepatah, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Selain itu, kita terkadang berontak terhadap arahan / instruksi. Menurut kita arahan tersebut kurang masuk di akal kita. Menurut kita itu tidak baik, tetapi belum tentu apa yang dimaksudkan, diarahkan pada kita itu tidak baik. Bisa saja baik dan berguna untuk kita. Raja Salomo mengingatkan kita untuk jangan membuangnya, melainkan simpan selalu di dalam hati. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa orang yang menyimpannya dan memahaminya akan hidup dan menjadi sehat. 

  • Hati memimpin jalan (Ay. 23-27)

Pada awal ayat 23 dengan jelas menyembutkan bahwa bagian terpenting untuk memperoleh pengetahuan adalah berjaga-jaga di hati. Versi BIMK menyebutkan bahwa kita harus menjaga hati dengan baik, karena hati menentukan jalan hidup kita. Karakter yang tidak baik dan masih tersimpan di dalam hati sebaiknya dibuang dengan segera. Apa saja hal-hal yang tidak baik? Mengucapkan sesuatu yang tidak benar dan kata-kata yang bohong (menyesatkan orang). Sebaliknya, kita diminta untuk selalu jujur (tidak perlu berlaku seolah-olah ada udang di balik batu). Jadi sebelum berbuat atau berkata-kata, sebaiknya dipikirkan dulu dengan matang sehingga kita akan berhasil dalam segala usaha. Sudah sangat jelas, kita seharusnya memikirkan semua itu apakah sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Alias didoakan apakah benar Tuhan apa yang akan ku katakan / ku lakukan.

Ls. Cynthia