September 28, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Dia Sungguh Bangkit

(1 Korintus 15:20-28)

v. 20 Dalam terjemahan lain ada istilah “Now” sekarang yang menjelaskan sesuatu yang bukan bersifat sementara tetapi sesuatu yang terjadi akibat sesuatu yang logis. Istilah selayaknya sama seperti kita mengikrarkan sesuatu, yang berarti janji dengan sungguh-sungguh. Paulus dalam v. 20 menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa Kristus benar-benar bangkit dengan pengulangan guna menegaskan Kristus benar-benar bangkit, seperti yang ada dalam v. 12. Kristus yang bangkit itu dapat memberikan jaminan kepada setiap orang percaya di Korintus, bahwa mereka tentunya akan mengalami hal yang serupa sama seperti Kristus, yang dipaparkan dengan menggunakan istilah dalam perjanjian lama buah sulung.

v. 21 menjelaskan suatu kondisi di mana Kristus sudah menyelesaikan tugasnya, dengan membandingkan 2 hal yaitu, maut datang oleh karena satu orang dan kebangkitan orang mati oleh karena satu orang. Paulus menggunakan 2 ayat untuk membandingkan Adam dengan Kristus, kematian (maut) dari Adam, sedangkan kehidupan (kebangkitan) berasal dari Kristus. Adam merupakan kepala dari bangsa, sedangkan Kristus merupakan kepala dari umat Allah.

v. 22 Paulus memberikan suatu pernyataan yang tegas perihal semua orang yang benar-benar sudah mati (pada saat ini semua manusia sudah mati). Dalam v. 22 Paulus ingin menunjukkan dengan suatu pernyataan tegas bahwa semua manusia itu sudah benar-benar mati dan semua manusia dari waktu ke waktu akan mengalami kematian, jika ia tidak benar-benar hidup di dalam Kristus. Paulus juga menegaskan bahwa mereka yang hidup di dalam Kristus akan benar-benar hidup kedepannya, ia tidak lagi mengalami kematian. “Semua orang” dalam perikop ini jangan dipandang bahwa keselamatan secara universal, karena dalam v. 22 kita mendapatkan penjelasn berkenaan dengan “semua persekutuan dengan Adam” mati sedangkan “semua persekutuan dengan Kristus” hidup.

v. 23 Paulus menjelaskan bahwa mereka yang hidup di dalam persekutuan dengan Kristus, maka mereka juga akan menjadi miliknya pada waktu kedatangan-Nya, sesuai dengan urutan (Paulus memakai istilah sebuah prajurit yang sedang berbaris membentuk pasukan group per group agar tersusun dengan rapi).

v. 24 Paulus menjelaskan setelah Kristus datang maka semua akan berakhir dan mencapai titik puncak (klimaks), sehingga terjadinya kesempurnaan. Kata “Kemudian” menunjukkan kepada hari kedatangan Kristus dan hari akhir segala kuasa kejahatan pada masa yang akan datang.

v. 25 Paulus memaparkan bahwa penguasa dunia akan sudah datang, yaitu Kristus yang akan terus menerus memegang kekuasaan, agar nyata rencana Allah menyatakan diri-Nya sebagai raja.

v. 26 Paulus menjelaskan bahwa “musuh yang terakhir” akan diakhiri, dan mereka mengalami yang namanya kesia-siaan dan musuh tersebut adalah maut.

v. 27 Paulus ingin menjelaskan dengan kata “sebab segala”, dalam hal Paulus ingin menarik perhatian dari pembaca untuk berfokus pada ayat ini, “tetapi kalau dikatakan” atau dalam terjemahan lain sekarang ketika ia berkata dan hal ini memaparkan bahwa itu semua sudah jelas.

v. 28 Paulus memperkuat pemaparan bagaimana karya Allah yang sungguh-sungguh nyata, yaitu segala sesuatu “sekalipun maut” telah ditaklukan oleh Kristus dan Allahlah yang dipermuliakan.

Aplikasi:

  1. Pada saat ini kita mungkin takut ketika diperhadapkan dengan kematian, ataupun merasa putus asa, ketika ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi. Karena berpikir bahwa kematian adalah akhir dari segalanya, tetapi itu salah: Kristus telah mengalahkan maut, kita yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup di dalam Dia.
  2. Kita semakin dikuatkan untuk tetap percaya bahwa Kristus benar-benar bangkit, meskipun banyak ajaran-ajaran di luar sana yang meyakini bahwa Kristus tidak bangkit ataupun tidak benar-benar bangkit.
  3. Kita mau memberitakan Injil yang merupakan kabar baik, berkenaan dengan Kristus yang mati dan bangkit, yang merupakan jalan keselamatan kepada mereka yang belum percaya.

Ev. Andry Ligawan