September 17, 2021

GKT Hosana

Berakar, Bertumbuh, Berbuah.

Akulah Pintu

Yohanes 10:1-10
Yohanes 10
Yesus banyak menjelaskan tentang diri-Nya dalam Injil Yohanes, yang mana Ia menggunakan istilah “Aku adalah….” atau “Akulah….” Yesus menggunakan gambaran atau metafora untuk menegaskan identitas-Nya sebagai Allah dan peran-Nya sebagai Mesias. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik dan Pintu.
Ada dua dimensi yang kita dapat pelajari dari gambaran yang dipakai Yesus untuk menjelaskan tentang peran-Nya sebagai Mesias, yakni:
Yesus adalah pintu masuk (penghubung kepada Allah) (vv. 7-10)
Yesus adalah pintu keluar (penghubung kepada dunia) (vv. 1-6)
Yesus adalah pintu masuk
(ayat 7-10)
Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah pintu, yang mana domba-domba dapat masuk (vv. 7 & 9).
Yesus membandingkan diri-Nya dengan pribadi-pribadi yang lain, yang mana pribadi-pribadi tersebut (gambaran dipakai pencuri dan pembunuh) merugikan dan bahkan membunuh domba-domba (v. 8) dan Yesus membawa keselamatan dan hidup bagi domba-domba (vv. 9-10).
Yesus adalah pintu keluar (ayat 1-6)
Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah pintu, yang mana domba-domba dapat keluar (vv.3-4).
Yesus membandingkan diri-Nya dengan pencuri dan perampok, yang mana pencuri dan perampok tidak masuk melalui pintu, sedangkan Ia masuk melalui pintu (vv. 1-2). Domba-domba tidak mengenal pencuri dan perampok (masuk lewat tembok), sedangkan domba-domba mengenal Yesus sebagai gembala mereka (masuk lewat pintu), domba-domba mendengar dan mengikuti suara Yesus yang menuntun mereka keluar, sedangkan domba-domba tidak mengikuti suara pencuri dan perampok yang ingin membawa mereka keluar (v. 5).

Penutup
Melalui Teks ini kita diingatkan bahwa Yesus adalah dasar kita dapat memahami kebenaran tentang Allah dan kebenaran mengenai diri kita dan dunia ini. Marilah kita menilik setiap diri kita masing-masing, apakah sudah ada Yesus di dalam hidup kita? Sudahkan kita menjadikan Dia Tuhan dan Juruselamat?

Ev. Andry Ligawan