PEMELIHARAAN ORANG-ORANG KUDUS

1 Pet 1:4-5

Doktrin pemeliharaan orang-orang kudus adalah poin terakhir dari 5 pokok ajaran Calvinisme (TULIP), yaitu Perseverance of the saints.  Ajaran ini didasarkan kepada suatu keyakinan bahwa karena keselamatan itu adalah anugrah/ pemberian Allah bukan usaha dan perbuatan manusia, maka Allah pula yang akan memelihara dan menjaga keselamatan tersebut sampai pada akhirnya. Jadi sebenarnya ajaran ini kurang tepat bila dikatakan sebagai “ketekunan orang-orang kudus”, sebab bukan kita yang bertekun tetapi sekali lagi karena anugrah Allah yang memelihara keselamatan kita.

Bila keselamatan harus bergantung kepada ketekunan orang percaya, maka tidak ada satu orang pun yang sanggup memelihara iman dan keselamatan sampai pada akhirnya. Itulah sebabnya Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa  jaminan keselamatan kita tidak terletak pada diri manusia melainkan pada anugrah Allah semata-mata. Yesus Kristus berkata dalam Yoh 10:28 bahwa tidak ada seorangpun dapat merebut kita dari tangan Bapa dan tanganNya, maka orang percaya tidak akan binasa sampai selamanya! Paulus juga mengatakan bahwa tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:35-39). Ini semua adalah jaminan nyata bahwa Allah yang memelihara iman dan keselamatan kita.

Itulah sebabnya dalam suratnya, rasul Petrus juga menegaskan bahwa suatu hari kelak orang percaya akan menerima suatu warisan yang tidak dapat binasa, tidak dapat layu dan tidak dapat cemar. Warisan ini belum kita terima saat ini, namun suatu hari kelak akan diberikan kepada setiap orang percaya. Bagaimana kita bisa yakin semua janji ini? Sebab kita dipelihara dalam kekuatan Allah (ay 5). Semua jaminan ini adalah anugrah yang berasal dari Allah, dipelihara oleh Allah dan untuk kemuliaan Allah.

Disisi lain, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat kita percaya kepada jaminan keselamatan yang Allah berikan, agar kita tidak jatuh kepada pemahaman yang salah tentang jaminan keselamatan ini.Pertama, doktrin ini tidak mengajarkan orang percaya tidak dapat berbuat dosa lagi setelah bertobat. Justru sebaliknya yang benar, kita masih bisa berbuat dosa karena masih hidup dalam daging. Paulus, Daud, Petrus, Abraham, dll semua tetap berpotensi jatuh dalam dosa. Itulah sebabnya orang percaya tetap perlu pertobatan. Dengan kata lain, orang percaya tidak kebal terhadap dosa. Kedua, doktrin ini juga tidak mengajarkan bahwa orang percaya tidak perlu bertanggung jawab dengan hidupnya. Suatu kesalahan bila kita berpikir karena keselamatan sudah dijamin maka kita boleh hidup semaunya. Justru sebaliknya yang seharusnya, karena kita mengerti keselamatan adalah anugrah Tuhan kita harus bertanggung jawab dengan hidup ini dengan hati yang takut kepada Allah dan  mengisi kehidupan ini untuk memuliakan Allah bukan hidup secara sembarangan apalagi hidup dalam dosa. Ef 1:4 mengatakan kita dipilih untuk hidup kudus dan tak bercacat. Dalam ayat ini jelas terkandung tanggung jawab orang percaya.

Oleh : Ev. Calvin Renata M.div