Day: October 22, 2017

IRRESISTIBLE GRACE ( ANUGERAH YANG TIDAK DAPAT DITOLAK ) Roma 8 : 29 – 30

IRRESISTIBLE GRACE ( ANUGERAH YANG TIDAK DAPAT DITOLAK ) Roma 8 : 29 – 30 Anugerah adalah pemberian cuma-cuma yang diberikan Allah kepada orang yang tidak layak untuk menerima pemberian tersebut. Anugerah itu diberikan karena kasih Allah kepada orang yang berhak menerimanya. Di dalam konsep kaum calvinis, ada satu prinsip dalam TULIP yang disebut irresistible Grace ( anugerah yang tidak dapat ditolak). Edwin Palmer menulis, yang dimaksud adalah Allah telah memilih orang-orang untuk diselamatkan dan bila Dia memberikan Roh Kudus untuk mengubah mereka dari orang-orang dibenci menjadi orang-orang dikasihi, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya. Allah tidak dapat ditolak oleh siapa pun. Dia menggenapi apa yang telah direncanakna-Nya. Jadi di sini memberikan konsep yang jelas bahwa karya Allah tidak pernah gagal. Ada beberapa pandangan lain yang memiliki pandangan berbeda dengan pandangan Alkitab. Pertama adalah Pelagianisme yang memandang bahwa manusia dilahirkan sempurna dan mampu memilih yang baik dan tidak baik secara seimbang, sehingga untuk melakukan hal yang baik, manusia tidak membutuhkan Roh Kudus atau pun anugerah Allah yang tidak dapat ditolak. Kedua, Semi-pelagianisme, yang berpandangan bahwa manusia memiliki kebaikan sampai batas tertentu dan memiliki kemampuan percaya kepada Kristus. Karena itu, manusia dapat percaya kepada Kristus dengan cara kerjasama antara Allah dan manusia. Alkitab sendiri dengan jelas berbicara tentang konsep pemilihan yang tidak dapat ditolak. Paulus menulis dalam Roma 8 : 29 – 30 bahwa kasih Allah telah diberikan...

Read More

ANUGERAH YANG MUTLAK

ANUGERAH YANG MUTLAK Bertahun-tahun saya menganggap Khotbah di Bukit (Mat. 5–7) sebagai standar perilaku manusia yang tidak mungkin dicapai siapa pun. Saya telah salah paham. Yesus menyampaikan perkataan tersebut bukanlah untuk membuat kita frustrasi, melainkan untuk memberi tahu kita tentang diri Allah yang sebenarnya. Mengapa kita mengasihi musuh kita? Karena Bapa kita yang penuh kasih menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan yang baik. Mengapa kita mengumpulkan harta di surga? Karena Bapa tinggal di sana dan akan memberikan upah yang berlimpah kepada kita. Mengapa harus bebas dari takut dan khawatir? Karena Allah yang mendandani bunga bakung dan rumput di ladang telah berjanji untuk memelihara kita. Mengapa kita berdoa? Jika bapa di dunia memberikan roti atau ikan kepada anaknya, bukankah Bapa di surga akan terlebih lagi memberikan yang baik kepada mereka yang memintanya? Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit (Mat. 5–7) tidak hanya untuk menjelaskan standar Allah yang harus selalu kita coba capai, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa dalam kehidupan ini tidak ada seorang pun dari kita yang akan dapat mencapai standar yang sempurna itu. Di hadapan Allah, kita semua sama kedudukannya: pembunuh dan pemarah, orang yang berzina dan yang dikuasai nafsu, mereka yang mencuri dan yang mengingini milik orang lain. Kita semua tidak berdaya, dan itulah satu-satunya keadaan yang paling tepat bagi seseorang yang ingin mengenal Allah. Karena telah gagal mencapai standar Allah yang sempurna, kita tidak dapat mengandalkan apa...

Read More