Day: October 15, 2017

LIMITED ATONEMENT (Penebusan Terbatas)

LIMITED ATONEMENT (Penebusan Terbatas) Latar Belakang “TULIP” Kelima pokok ajaran yang disingkat “TULIP” ini dirumuskan dalam sinodal Nasional Dordrecht di Belanda pada tahun 1618-1619. Jacobus Arminius (1560-1609) vs Francis Gomarus (1563-1641). Lihat Buku G.J. Baan dengan judul TULIP: LIMA POKOK CALVINISME dari terbitan Momentum bagian pendahuluan. Teks Alkitab Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh  hidup yang kekal. 2 Petrus 3:8-9 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Inti Sari dari Limited Atonement (Penebusan Terbatas) Limited Atonement (Penebusan Terbatas) vs Universal Redemption (Penebusan Universal) Kedaulatan Allah vs Kemahatauan Allah Kasih vs keadilan Allah Aplikasi Limited Atonement (Penebusan Terbatas) Bersyukur atas penebusan yang kita telah terima Menghidupi penebusan yang kita telah terima Oleh : Ev. Andry...

Read More

KRISTUS PENEBUS

KRISTUS PENEBUS Di atas kota Rio de Janeiro, terletak patung Kristus Penebus yang terkenal. Patung itu mengambil rupa Kristus dengan kedua tangan yang terentang lebar sehingga tubuh patung itu membentuk sebuah salib. Seorang arsitek asal Brazil bernama Heitor da Silva Costa adalah perancang patung tersebut, dan ia membayangkan bahwa penduduk kota akan melihat patung itu sebagai bayangan yang pertama kali muncul dari kegelapan di waktu subuh. Sedangkan pada senja hari, ia berharap para penduduk kota itu akan melihat matahari yang sedang terbenam sebagai suatu lingkaran cahaya di belakang kepala patung tersebut. Alangkah pentingnya bagi kita untuk tetap memusatkan pandangan kepada Penebus kita hari demi hari, baik di masa senang maupun di masa sulit. Saat menderita, Ayub berkata, “Aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu” (Ayb. 19:25). Seruan hati Ayub mengarahkan kita kepada Yesus—Juruselamat kita yang hidup dan yang suatu hari nanti akan datang kembali ke dunia (1Tes. 4:16-18). Tetap mengarahkan pandangan kita kepada Yesus berarti mengingat bahwa kita telah diselamatkan dari dosa kita. Yesus “telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Tit. 2:14). Setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya mempunyai alasan untuk bersukacita pada hari ini. Apa pun yang kita alami di dunia ini, kita dapat tetap mempunyai harapan di masa kini sekaligus juga menantikan...

Read More