UNCONDITIONAL ELECTION

(PEMILIHAN YANG TIDAK BERSYARAT)

Karena semua manusia sudah rusak total, maka jalan keluar dari dosa yaitu keselamatan. Keselamatan itu datang dari pihak Allah (anugerah Allah) yang dimulai dari Allah yang telah memilih beberapa manusia untuk diselamatkan dan pemilihan itu tidak bersyarat. Mari kita telusuri pengajaran Alkitab mengenai bagian ini khususnya dalam  Efesus 1:4-6, dengan lebih jelas dan gamblang, Paulus mengajarkan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.” Ada empat hal yang mau kita soroti pada bagian ini.

Pertama, Paulus mengajarkan bahwa di dalam Kristus, Allah telah memilih kita. Berarti, proses keselamatan akhirnya menuju kepada Kristus. Allah Bapa merencanakan keselamatan, Allah Anak (yaitu Tuhan Yesus) menggenapi keselamatan, dan Allah Roh Kudus yang menyempurnakan karya keselamatan Kristus itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan yang telah dipilih Allah Bapa.

Kedua, Allah telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Berarti, Allah memilih manusia jauh sebelum manusia berdosa. Ini juga berarti bahwa Allah yang memilih manusia bukan karena manusia yang ingin diselamatkan, tetapi pemilihan mutlak terjadi dari pihak Allah yang berinisiatif aktif.

Ketiga, Allah telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Artinya, kita dipilih Bapa di dalam Kristus supaya kita memancarkan terang Kristus di hadapan Bapa (bdk. Rm. 12:1-2; Ef. 2:10).

Dan terakhir, Allah yang telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan terjadi karena kasih karunia Allah saja. Perhatikan ayat 6 di dalam Ef. 1 ini. Ketika Allah telah menentukan kita di dalam Kristus, itu terjadi karena anugerah-Nya, sehingga anugerah-Nya itulah yang harus dipuji selama-lamanya, bukan karena kehebatan diri kita yang memilih Tuhan. Allah memilih beberapa orang bukan atas dasar perbuatan baik manusia, tetapi murni karena anugerah dan kedaulatan Allah (bdk. Ef. 2:8-9; Rm. 8:29-30).

Sumber:

http://www.in christ.net/artikel/the_integrated_life_in_the_truth/bab_6_tulip