UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TAK BERSYARAT)

UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TAK BERSYARAT)

Roma 9:1-29

Hari ini kita akan merenungkan sebuah pemahaman tentang Unconditional Election (Pemilihan Tak Bersyarat) yang merupakan bagian dari pengajaran TULIP. Tujuan pengajaran dari TULIP adalah supaya setiap orang percaya memiliki dasar yang kokoh dari teologi yang sehat dan menghindarkan setiap orang percaya dari kesalahan-kesalahan teologis pada waktu lampau dan sekarang.

Bagian ini (Pemilihan Tak Bersyarat) mengajarkan tiga pokok pemikiran yang penting, yaitu :

  • Allah menyatakan Pemilihan-Nya berdasarkan rencana Agung Allah, yaitu Keturunan yang mengandung janji (Perjanjian antara Allah dan Umat Pilihan-Nya), (Roma 9:6-10,24,28,29)
  • Allah yang menentukan (memanggil) setiap orang untuk diselamatkan, sebelum dirinya dilahirkan ke dalam dunia dan memperoleh keselamatan di dalam Kristus (Roma 9:11-13,24-27)
  • Allah menentukan setiap orang yang akan diselamatkan berdasarkan Kedaulatan-Nya yang penuh belas kasihan, bukan karena diri kita lebih baik dari pada yang lain (Roma 9:15-18)
  • Allah memilih,memanggil dan menentukan setiap orang yang diselamatkan adalah “supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyurkan diseluruh bumi”, (Roma 9:17,21)

Rasul Paulus mengakhiri bagian ini dengan mengutip perkataan Nabi Yesaya,”Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora”. (Roma 9:29). Dengan kata lain bahwa perkataan ini mengingatkan bahwa betapa besar belas kasihan Tuhan yang telah memanggil kita, orang yang berdosa, untuk menerima keselamatan hidup yang kekal di dalam Kristus. John Calvin mengatakan,”Tuhan Allah telah menentukan untuk kemuliaan-Nya sendiri dan menampilkan sifat-sifat yang penuh belas kasihan dan keadilan-Nya bagi manusia berdosa yang memang tidak bisa dan tidak memiliki keinginan untuk merespon Allah”. Tuhan memberkati.

Oleh : Pdt. Ie David