Day: October 8, 2017

UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TAK BERSYARAT)

UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN TAK BERSYARAT) Roma 9:1-29 Hari ini kita akan merenungkan sebuah pemahaman tentang Unconditional Election (Pemilihan Tak Bersyarat) yang merupakan bagian dari pengajaran TULIP. Tujuan pengajaran dari TULIP adalah supaya setiap orang percaya memiliki dasar yang kokoh dari teologi yang sehat dan menghindarkan setiap orang percaya dari kesalahan-kesalahan teologis pada waktu lampau dan sekarang. Bagian ini (Pemilihan Tak Bersyarat) mengajarkan tiga pokok pemikiran yang penting, yaitu : Allah menyatakan Pemilihan-Nya berdasarkan rencana Agung Allah, yaitu Keturunan yang mengandung janji (Perjanjian antara Allah dan Umat Pilihan-Nya), (Roma 9:6-10,24,28,29) Allah yang menentukan (memanggil) setiap orang untuk diselamatkan, sebelum dirinya dilahirkan ke dalam dunia dan memperoleh keselamatan di dalam Kristus (Roma 9:11-13,24-27) Allah menentukan setiap orang yang akan diselamatkan berdasarkan Kedaulatan-Nya yang penuh belas kasihan, bukan karena diri kita lebih baik dari pada yang lain (Roma 9:15-18) Allah memilih,memanggil dan menentukan setiap orang yang diselamatkan adalah “supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyurkan diseluruh bumi”, (Roma 9:17,21) Rasul Paulus mengakhiri bagian ini dengan mengutip perkataan Nabi Yesaya,”Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora”. (Roma 9:29). Dengan kata lain bahwa perkataan ini mengingatkan bahwa betapa besar belas kasihan Tuhan yang telah memanggil kita, orang yang berdosa, untuk menerima keselamatan hidup yang kekal di dalam Kristus. John Calvin mengatakan,”Tuhan Allah telah menentukan untuk kemuliaan-Nya sendiri dan menampilkan...

Read More

UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN YANG TIDAK BERSYARAT)

UNCONDITIONAL ELECTION (PEMILIHAN YANG TIDAK BERSYARAT) Karena semua manusia sudah rusak total, maka jalan keluar dari dosa yaitu keselamatan. Keselamatan itu datang dari pihak Allah (anugerah Allah) yang dimulai dari Allah yang telah memilih beberapa manusia untuk diselamatkan dan pemilihan itu tidak bersyarat. Mari kita telusuri pengajaran Alkitab mengenai bagian ini khususnya dalam  Efesus 1:4-6, dengan lebih jelas dan gamblang, Paulus mengajarkan, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.” Ada empat hal yang mau kita soroti pada bagian ini. Pertama, Paulus mengajarkan bahwa di dalam Kristus, Allah telah memilih kita. Berarti, proses keselamatan akhirnya menuju kepada Kristus. Allah Bapa merencanakan keselamatan, Allah Anak (yaitu Tuhan Yesus) menggenapi keselamatan, dan Allah Roh Kudus yang menyempurnakan karya keselamatan Kristus itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan yang telah dipilih Allah Bapa. Kedua, Allah telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Berarti, Allah memilih manusia jauh sebelum manusia berdosa. Ini juga berarti bahwa Allah yang memilih manusia bukan karena manusia yang ingin diselamatkan, tetapi pemilihan mutlak terjadi dari pihak Allah yang berinisiatif aktif. Ketiga, Allah telah memilih kita di dalam...

Read More