Total Depravity [Kerusakan Total]

Roma 7:14-19; Yohanes 15:4-5

Dalam kehidupan gereja-gereja Protestan dikenal adanya banyak denominasi (aliran) seperti antara lain Calvinis, Lutheran, Anabaptis. GKT adalah salah satu gereja yang memwarisi tradisi Calvinis atau disebut gereja Calvinis (Reformed) artinya gereja yang memwarisi ajaran-ajaran John Calvin, seorang reformator dari Perancis. Ajaran Calvin ini berkembang luas dan masuk Indonesia karena perkembangan pesat yang berlangsung di Belanda dan kemudian dibawa ke Indonesia oleh para zendeling-zendiling (zaman VOC).

Bulan ini gereja kita memperingati bulan Reformasi, kita akan merenungkan topik-topik khotbah tentang pemikiran-pemikiran teologia[1] atau ajaran-ajaran Calvin yang lebih dikenal dengan Lima Point Calvinisme yang disingkat dengan TULIP. Total depravity (Kerusakan total), Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat), Limited atonement (Penebusan terbatas), Irresistible grace (Anugerah yang tidak dapat ditolak), Perseverance of the saints (Ketekunan orang-orang kudus). Minggu pertama ini kita terlebih dahulu merenungkan mengenai: “Total Depravity (Kerusakan Total)”.

Definisi Kerusakan Total

Kerusakan total mengacu pada fakta bahwa moral manusia sejak kejatuhan telah rusak, menyeleweng dan berdosa seluruhnya sehingga apa yang dikerjakan, pikirkan atau katakan tidak ada yang baik atau berkenan kepada Tuhan.

Pertama, Kerusakan total tidak sama dengan kerusakan mutlak.

Kerusakan Mutlak berarti seseorang menyatakan kerusakan atau kebobrokannya telah sampai tingkat paling maksimal sepanjang waktu; manusia sudah menjadi sejahat yang dapat dilakukan olehnya, kurang lebih seperti iblis. Tetapi kerusakan total berbeda dengan dari kerusakan mutlak.[1]  Jadi kerusakan total bukan berarti orang yang demikian jahat sehingga ia tidak dapat menjadi lebih jahat lagi, melainkan ungkapan yang tepat adalah bahwa semua yang dilakukannya tidak ada yang baik. Kejahatan menyebar seluruh jiwanya dan hidupnya karena dosa telah merusak setiap aspek kehidupannya (Roma 7:14-19) .

Kedua, Kerusakan total berarti manusia tidak mampu melakukan kebaikan sejati yang diinginkan Allah, dan pada kenyataannya manusia selalu berbuat jahat.[1] Ini disaksikan dengan jelas oleh Alkitab. Dalam Kejadian 6:5…”bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej 6:5; Yoh 15:4-5;Yoh 6:5).

Pelajaran yang diperoleh melalui Pengajaran tentang Kerusakan Total

Pertama, Kita diingatkan bahwa sumber dari segala masalah yang terjadi di dunia adalah kerusakan total manusia. Dunia membutuhkan pertobatan dan membutuhkan orang-orang kristen yang menjalankan prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.

Kedua, Kita disadarkan bahwa diri kita berada dalam situasi yang mengerikan dan hendaklah kita datang kepada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya. Dia akan menolong kita dengan mengaruniakan kasih dan anugrah keselamatan kepada kita serta memampukan kita untuk percaya kepada-Nya.

Oleh : Pdt. Yohanes Chai