Month: October 2017

PEMELIHARAAN ORANG-ORANG KUDUS

PEMELIHARAAN ORANG-ORANG KUDUS 1 Pet 1:4-5 Doktrin pemeliharaan orang-orang kudus adalah poin terakhir dari 5 pokok ajaran Calvinisme (TULIP), yaitu Perseverance of the saints.  Ajaran ini didasarkan kepada suatu keyakinan bahwa karena keselamatan itu adalah anugrah/ pemberian Allah bukan usaha dan perbuatan manusia, maka Allah pula yang akan memelihara dan menjaga keselamatan tersebut sampai pada akhirnya. Jadi sebenarnya ajaran ini kurang tepat bila dikatakan sebagai “ketekunan orang-orang kudus”, sebab bukan kita yang bertekun tetapi sekali lagi karena anugrah Allah yang memelihara keselamatan kita. Bila keselamatan harus bergantung kepada ketekunan orang percaya, maka tidak ada satu orang pun yang sanggup memelihara iman dan keselamatan sampai pada akhirnya. Itulah sebabnya Alkitab dengan jelas mengatakan kepada kita bahwa  jaminan keselamatan kita tidak terletak pada diri manusia melainkan pada anugrah Allah semata-mata. Yesus Kristus berkata dalam Yoh 10:28 bahwa tidak ada seorangpun dapat merebut kita dari tangan Bapa dan tanganNya, maka orang percaya tidak akan binasa sampai selamanya! Paulus juga mengatakan bahwa tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:35-39). Ini semua adalah jaminan nyata bahwa Allah yang memelihara iman dan keselamatan kita. Itulah sebabnya dalam suratnya, rasul Petrus juga menegaskan bahwa suatu hari kelak orang percaya akan menerima suatu warisan yang tidak dapat binasa, tidak dapat layu dan tidak dapat cemar. Warisan ini belum kita terima saat ini, namun suatu hari kelak akan diberikan kepada setiap...

Read More

MENDEKAP SALIB

MENDEKAP SALIB Pada tahun 1856, Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah besar dari London, mendirikan Pastors’ College guna melatih para pemuda untuk terjun ke pelayanan. Kampus itu berubah nama menjadi Spurgeon’s College pada tahun 1923. Saat ini, lencana kampus itu memperlihatkan sebuah tangan yang mendekap salib dengan tulisan dalam bahasa Latin, Et Teneo, Et Teneor, yang berarti, “Aku mendekap dan aku didekap”. Dalam  autobiografinya,  Spurgeon menulis, “Ini adalah semboyan kampus kita. Kita . . . mendekap erat Salib Kristus dengan tangan kita . . . karena Salib itu mendekap kita dengan erat oleh kuasa-Nya yang menarik kita. Kita rindu agar setiap orang dapat mendekap Kebenaran, dan didekap olehnya juga; terutama kebenaran tentang Kristus yang disalibkan.” Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus mengungkapkan kebenaran itu sebagai dasar hidupnya. “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus” (Flp. 3:12). Sebagai pengikut Yesus, kita memberitakan kabar tentang salib itu kepada sesama kita, dan Yesus terus mendekap kita dengan erat dalam anugerah dan kuasa-Nya. “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:19-20). Tuhan selalu mendekap kita dalam genggaman kasih-Nya setiap hari—dan kita patut meneruskan kabar tentang kasih-Nya itu kepada sesama kita. Tuhan Yesus, salib-Mu adalah peristiwa terpenting dalam sejarah dan...

Read More

IRRESISTIBLE GRACE ( ANUGERAH YANG TIDAK DAPAT DITOLAK ) Roma 8 : 29 – 30

IRRESISTIBLE GRACE ( ANUGERAH YANG TIDAK DAPAT DITOLAK ) Roma 8 : 29 – 30 Anugerah adalah pemberian cuma-cuma yang diberikan Allah kepada orang yang tidak layak untuk menerima pemberian tersebut. Anugerah itu diberikan karena kasih Allah kepada orang yang berhak menerimanya. Di dalam konsep kaum calvinis, ada satu prinsip dalam TULIP yang disebut irresistible Grace ( anugerah yang tidak dapat ditolak). Edwin Palmer menulis, yang dimaksud adalah Allah telah memilih orang-orang untuk diselamatkan dan bila Dia memberikan Roh Kudus untuk mengubah mereka dari orang-orang dibenci menjadi orang-orang dikasihi, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya. Allah tidak dapat ditolak oleh siapa pun. Dia menggenapi apa yang telah direncanakna-Nya. Jadi di sini memberikan konsep yang jelas bahwa karya Allah tidak pernah gagal. Ada beberapa pandangan lain yang memiliki pandangan berbeda dengan pandangan Alkitab. Pertama adalah Pelagianisme yang memandang bahwa manusia dilahirkan sempurna dan mampu memilih yang baik dan tidak baik secara seimbang, sehingga untuk melakukan hal yang baik, manusia tidak membutuhkan Roh Kudus atau pun anugerah Allah yang tidak dapat ditolak. Kedua, Semi-pelagianisme, yang berpandangan bahwa manusia memiliki kebaikan sampai batas tertentu dan memiliki kemampuan percaya kepada Kristus. Karena itu, manusia dapat percaya kepada Kristus dengan cara kerjasama antara Allah dan manusia. Alkitab sendiri dengan jelas berbicara tentang konsep pemilihan yang tidak dapat ditolak. Paulus menulis dalam Roma 8 : 29 – 30 bahwa kasih Allah telah diberikan...

Read More