Day: September 17, 2017

DEWASA YANG BERHIKMAT

“DEWASA YANG BERHIKMAT” Amsal 1:1-4  &  Mazmur 90:12 Ada ungkapan yang berbunyi demikian: “Menjadi Tua itu Pasti; Dewasa itu Pilihan”. Menarik sekali kalau kita mencermati ungkapan itu. Benar, kalau dikatakan bahwa manusia dengan berjalannya waktu, akan semakin tua usianya; namun, belum tentu orang yang tua usianya adalah orang yang dewasa. Kalau orang ingin menjadi dewasa, itu adalah pilihan hidupnya dan harus ada usaha yg dilakukannya untuk menjadi dewasa. Salah satu ciri orang yang dewasa adalah hidupnya penuh dengan hikmat dan kebijaksanaan. Penulis Amsal dan pemazmur pun menganggap penting hidup yg bijaksana. Karena itu dia (pemazmur) minta Tuhan supaya dia dimampukan untuk menghitung hari-hari yang dilaluinya agar dapat memperoleh  hati yang bijaksana. Menjadi orang yang dewasa dan berhikmat (bijaksana) tidak mudah, dibutuhkan kerendahan hati dihadapan Tuhan karena bijaksana melintasi banyak pengetahuan dan moral dan itu hasil dari perenungan yang mendalam bersama dengan Tuhan. Mari kita melihat nilai bijaksana itu seperti apa yang dibutuh untuk bisa menjadi anak Tuhan yang dewasa yang berhikmat. Bijaksana atau hikmat adalah pemahaman ekstra yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi bijaksana merupakan sebuah pemahaman yang ektra yang diberikan Tuhan kepada anak manusia. Jadi bijaksana selalu mempunyai kaitan dengan sang pencipta. Bijaksana selalu mempunyai kaitan kedekatan kita dengan Allah. Maka sepatutnya kita mempunyai kesadaran bahwa tiap kita memiliki  keterbatasan diri kita membuat kita bijaksana untuk mengerti siapa kita, hidup ini harus seperti apa. Jadi bijaksana merupakan sebuah...

Read More

Segala Sesuatu Ada Masanya

Segala Sesuatu Ada Masanya Anda mungkin pernah kesulitan untuk menolak tanggung jawab baru yang ditawarkan kepada Anda, terutama jika hal itu bertujuan baik dan langsung memberi manfaat kepada orang lain. Kita mungkin memiliki alasan kuat untuk memilih-milih pekerjaan mana yang kita prioritaskan. Namun terkadang, setelah menolak untuk terlibat lebih jauh, kita bisa jadi merasa bersalah atau berpikir bahwa kita telah undur dalam perjalanan iman kita. Namun menurut Pengkhotbah 3:1-8, berhikmat berarti menyadari bahwa segala sesuatu di hidup ini memiliki masanya sendiri, baik dalam aktivitas manusia maupun di alam. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (3:1). Mungkin Anda akan menikah atau sedang menantikan anak Anda yang pertama. Mungkin Anda baru lulus sekolah dan memasuki dunia kerja, atau baru saja pensiun dari suatu pekerjaan penuh waktu. Dalam perpindahan dari satu masa ke masa berikutnya, prioritas kita pun berubah. Kita mungkin perlu mengesampingkan apa yang pernah kita lakukan di masa lalu dan menyalurkan energi kita untuk hal-hal lain. Ketika hidup membawa perubahan dalam keadaan dan kewajiban kita, kita harus secara bertanggung jawab dan bijaksana membedakan komitmen apa saja yang akan kita ambil, dengan berusaha dalam apa pun yang kita lakukan untuk melakukan “semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1Kor. 10:31). Amsal 3:6 menjanjikan bahwa ketika kita mengakui Dia dalam segala sesuatu yang kita lakukan, Dia akan membimbing kita ke jalan yang harus kita tempuh. Bapa Surgawi, beriku...

Read More