Muda yang Berkarya

Muda yang Berkarya

Daniel 1

Bagaimana orang muda bisa berkarya dalam keadaaan apapun dan dimana saja?

  1. Mengakui kedaulatan Tuhan

Di pasal 1 kata “Tuhan/Allah” muncul sebanyak 3 kali. ayat 2: “Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda,…”;  ayat 9: ”Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang…”;  ayat 17: “kepada keempat  orang muda itu Allah memberikan pengetahuan…”

Orang yang mengakui kedaulatan Tuhan memandang semua yang terjadi dalam hidup ini adalah atas seiijin Tuhan, otoritas Tuhan yang menyebabkan semuanya terjadi, sehingga pada waktu menghadapi masalah, bahaya atau kondisi yang  tidak menyenangkan, dia tidak akan menyalahkan manusia, tidak menyalahkan lingkungan, tetapi tetap tunduk pada otoritas Tuhan dengan tegar menjalani hidup ini.  Otoritas Tuhan yang adalah Pencipta, Penopang hidup manusia tidak pernah akan mencelakakan manusia, apalagi jika kita adalah anak-anak-Nya.

(Yeremia 29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.

(Roma 8:28) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apa yang sedang terjadi dalam hidup ini, yang membuat Saudara tidak bersemangat menjalani hidup?

  1. Mengejar Hidup Kudus

Di ayat 8 “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.”

Pada masa itu, makanan yang sebelum disantap raja akan dipersembahkan kepada dewa mereka terlebih dahulu.  Di sini Daniel bukan mempermasalahkan makanannya, tetapi yang dia utamakan adalah tekad hati yang mau hidup kudus bagi Tuhan.

Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera  dan sukacita oleh Roh Kudus”

Karena Daniel berketetapan untuk berusaha mengejar kekudusan hidup, maka Tuhan memakai dia menjadi alat di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, berkarya sepanjang hidupnya.

Daniel 1:9 “Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang…”

Daniel 6 tidak menajiskan diri dengan menyembah raja. Daniel 6:11  “demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka kearah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa  serta memuji Allahnya , seperti yang biasa dilakukannya.

Kekudusan hidupnya membuat dia bisa menjadi saksi Tuhan yang hidup di tempat dimana dia bekerja dan melayani.

Daniel 6:27-28 (Raja Darius, raja yang tidak mengenal Tuhan memberi perintah) “Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah  yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat  dilangit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”

Saudara/i  yang  terkasih, apa yang menghalangi anda untuk hidup kudus? Pornografi? Perselingkuhan? Penipuan? Atau hal-hal yang lain yang saudara tahu tidak menyenangkan Tuhan?

  1. Memberikan yang terbaik

Daniel 1:4 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang  yang cakap untuk bekerja dalam istana raja , supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa  orang Kasdim.

Daniel 1:19-20 Raja bercakap-cakap dengan mereka;  dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas  daripada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Selain kedua hal di atas, Daniel dipakai Tuhan untuk berkarya di tengah-tengah kondisi yang sulit, juga karna dia memberikan yang terbaik. Dia tidak dipengaruhi oleh statusnya sebagai tawanan, tidak memberontak untuk melayani raja yang menjadi atasannya, tetapi dia justru menunjukkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan siapa Tuhan yang dia sembah dengan berusaha memberikan yang  terbaik dalam pekerjaan dan posisi yang dipercayakan kepadanya.

Apakah dalam pekerjaan, studi, atau posisi Saudara, Saudara berusaha untuk bekerja, memberikan yang terbaik yang bisa diberikan?

Oleh : Ev. Lim Jiu Na