Month: September 2017

BIJAK DIMASA TUA

BIJAK DIMASA TUA Mazmur 90 :10-12 Setiap manusia pasti akan memasuki usia tua. Usia tua menurut WHO mulai umur 60 tahun. Seseorang yang berusia lanjut harus bisa menikmati hidupnya berbuah, gemuk dan segar dan memuliakan Tuhan. Banyak orang yang sudah berusia lanjut tidak dapat menikmati hidupnya karena kurang bijak dalam menjalani hidup dimasa tua. Bagaimana wujud dari orang yang bijak di masa tua? Terima Diri Kita harus menerima bahwa kita sudah memasuki usia tua: Rambut Wis Ora Ireng Sirah Gampang Puyeng Kuping Ora Mireng Mata Rada Blereng Dhahar Ora Nyamleng Sikil Rada Kemeng Neng Ngomong Ora Mudeng Nek Cekelan Ora Kenceng Jangan kita menjalani hidup seperti orang muda (kerja, kegiatan, olahraga). Jaga Diri Seseorang yang sudah memasuki usia lanjut harus menjaga dirinya karena kondisi fisik dan psikis yang menurun. Ia harus menjaga makan agar tidak menimbulkan berbagai macam penyakit. Ia harus menjaga ketenangan dirinya dengan tidak terlalu memikirkan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan lagi (hati yang gembira adalah obat). Ingat Diri Seseorang yang sudah memasuki usia lanjut harus ingat bahwa hidupnya tidak lama di dunia ini. Ia harus berusaha untuk berbuat kebajikan sehingga meninggalkan legacy yang baik yang akan diingat oleh orang lain. Ia harus menjaga ucapan dan tindakan yang bisa merusak hubungan dengan orang lain (keluarga, teman). Sadar Diri Seseorang yang memasuki usia lanjut harus menyadari bahwa waktu bertemu dengan Tuhan sudah dekat. Ia harus membuang kebiasaan yang...

Read More

TUA BERHIKMAT

TUA BERHIKMAT Butuh waktu agak lama bagi saya untuk bisa memahami anak-anak saya yang sudah mulai tumbuh dewasa. Waktu mereka masih kecil, mereka selalu menuruti apa yang saya katakan. Kini, sepertinya saya yang harus mulai belajar untuk menerima penolakan karena mereka sudah bisa berdebat. Bahkan pada beberapa kesempatan mereka juga dapat menegur saya jika saya melakukan kesalahan menurut pandangan mereka. Apa yang dilakukan anak saya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Elihu. Elihu tidak bisa menerima ketika Ayub menganggap dirinya lebih benar dari Allah dan ketiga sahabatnya yang selalu mempersalahkan Ayub. Sebagai orang yang jauh lebih muda, semula Elihu enggan mengemukakan pendapatnya karena merasa malu dan takut. Wajar jika Elihu berpikir demikian. Namun, roh di dalam manusia dan napas Yang Mahakuasa memperi Elihu pengertian (ay. 8, 9) sehingga ia menegur Ayub dan ketiga sahabatnya. Hasilnya, mereka menundukkan diri dan bertobat. Tuhan memulihkan kembali Ayub dan ketiga sahabatnya. Menjadi orang yang berusia lanjut kerap dirujuk sebagai teladan dan panutan oleh generasi muda. Anak-anak muda sebagai generasi penerus memerlukan sosok orang tua yang mengerti, menyelami dunia dan pergulatan mereka pada zaman ini. Dengan demikian, para orang tua perlu membangun keterbukaan wawasan dan pemikiran mereka. Sebab, hikmat Tuhanlah yang menentukan kematangan kita. MAKIN BERTAMBAH USIA, MAKIN BERHIKMAT DALAM MEMBERI NASIHAT DAN JUGA MENERIMA NASIHAT. e-RH Situs:...

Read More

DEWASA YANG BERHIKMAT

“DEWASA YANG BERHIKMAT” Amsal 1:1-4  &  Mazmur 90:12 Ada ungkapan yang berbunyi demikian: “Menjadi Tua itu Pasti; Dewasa itu Pilihan”. Menarik sekali kalau kita mencermati ungkapan itu. Benar, kalau dikatakan bahwa manusia dengan berjalannya waktu, akan semakin tua usianya; namun, belum tentu orang yang tua usianya adalah orang yang dewasa. Kalau orang ingin menjadi dewasa, itu adalah pilihan hidupnya dan harus ada usaha yg dilakukannya untuk menjadi dewasa. Salah satu ciri orang yang dewasa adalah hidupnya penuh dengan hikmat dan kebijaksanaan. Penulis Amsal dan pemazmur pun menganggap penting hidup yg bijaksana. Karena itu dia (pemazmur) minta Tuhan supaya dia dimampukan untuk menghitung hari-hari yang dilaluinya agar dapat memperoleh  hati yang bijaksana. Menjadi orang yang dewasa dan berhikmat (bijaksana) tidak mudah, dibutuhkan kerendahan hati dihadapan Tuhan karena bijaksana melintasi banyak pengetahuan dan moral dan itu hasil dari perenungan yang mendalam bersama dengan Tuhan. Mari kita melihat nilai bijaksana itu seperti apa yang dibutuh untuk bisa menjadi anak Tuhan yang dewasa yang berhikmat. Bijaksana atau hikmat adalah pemahaman ekstra yang Tuhan berikan kepada kita. Jadi bijaksana merupakan sebuah pemahaman yang ektra yang diberikan Tuhan kepada anak manusia. Jadi bijaksana selalu mempunyai kaitan dengan sang pencipta. Bijaksana selalu mempunyai kaitan kedekatan kita dengan Allah. Maka sepatutnya kita mempunyai kesadaran bahwa tiap kita memiliki  keterbatasan diri kita membuat kita bijaksana untuk mengerti siapa kita, hidup ini harus seperti apa. Jadi bijaksana merupakan sebuah...

Read More