Day: August 20, 2017

MERDEKA YANG BERTANGGUNG JAWAB

MERDEKA YANG BERTANGGUNG JAWAB Ulangan 5:12-15 Beberapa hari yang lalu kita baru saja memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 tahun. Sebagai warga negara yang baik kita harus menggunakan kemerdekaan itu dengan bertanggung jawab. Ada 3 sikap orang percaya dalam mengisi kemerdekaan yang bertanggung jawab. Mensyukuri kemerdekaaan sebagai anugerah Tuhan (12, 15) Sepuluh perintah Allah diberikan kepada bangsa Israel berada dalam pengembaraan dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan. Jadi bangsa Israel pada saat itu dalam kondisi bebas, merdeka, bangsa yang telah terlepas dari penjajahan. Sabat diperingati untuk mengingat kemerdekaan yang Allah berikan kepada bangsa Israel. Mereka mengalami kelepasan, kemerdekaan, bukan karena kekuatan mereka namun karena karya Tuhan bagi mereka. Sabat menjadi sarana mereka bersyukur  dan berbakti kepada Allah. Menikmati kemerdekaan dalam sikap hidup yang benar (13) Sdr, Sabat telah menjadi gaya hidup Israel baik secara agama maupun sosial dan akhirnya menjadi praktek keagamaan yang membelenggu. Hukum Taurat diberikan bukan untuk membatasi dan membelenggu umat Allah pada ritual-ritual keagamaan, melainkan agar mereka menikmati kemerdekaan dengan sikap hidup yang benar. Memelihara kemerdekaan dengan memberi dampak (14) Sabat itu bukan hanya berkaitan dengan hubungan kita dengan Tuhan namun juga dengan sesama kita, lingkungan hidup kita. Oleh sebab itu kita hars dapat mewujudkan kemerdekaan dengan bertanggung jawab atas diri sendiri maupun kepada Tuhan dengan memperhatikan sesama dan memelihara lingkungan sekitar. Menjadi berkat bagi gereja, masyarakat dan negara. Penutup Negara kita telah mengalami...

Read More

LETAKKANLAH BEBAN ANDA

LETAKKANLAH BEBAN ANDA Seorang pria yang sedang mengemudikan truk di jalan pedesaan melihat seorang wanita menggendong suatu beban yang berat. Pria itu menepikan truknya dan menawarkan tumpangan kepadanya. Wanita itu mengucapkan terima kasih dan langsung naik ke bagian belakang truk. Sesaat kemudian, pria itu menyadari ada yang ganjil: wanita itu masih menggendong barangnya yang berat meskipun sudah duduk di dalam kendaraan! Dengan heran, pria itu berkata, “Bu, letakkan saja barang bawaanmu dan beristirahatlah. Truk ini cukup kuat untuk mengangkutmu dan barangmu. Santai saja.” Apa yang kita lakukan dengan beban ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan yang sering kita pikul sembari menjalani hidup yang penuh tantangan ini? Alih-alih bersandar kepada Tuhan, saya justru sering bersikap seperti wanita tadi. Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Namun ternyata saya masih saja memikul beban yang seharusnya saya serahkan kepada Yesus. Kita menyerahkan beban kita dengan membawanya kepada Tuhan dalam doa. Rasul Petrus berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada [Tuhan Yesus], sebab Ia yang memelihara kamu” (1Ptr. 5:7). Karena Dia memelihara kita, kita dapat berserah dan merasa tenang sambil terus belajar untuk mempercayai-Nya. Daripada terus-terusan memikul beban yang memberatkan dan melelahkan kita, marilah menyerahkan semua beban itu kepada Tuhan dan mengizinkan Dia menanggungnya bagi kita.  Tuhan, aku lelah. Hari ini aku menyerahkan beban hidupku kepada-Mu.  Kumohon, ambil dan tanggunglah bebanku.  DOA ADALAH SARANA UNTUK...

Read More