SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA

Roma : 6 : 15 – 23

Saat kita mendengar kata merdeka, apa yang ada di benak kita? Apa yang dimaksud dengan merdeka?  Bila kita tidak mengerti kata merdeka dengan benar maka, akan terjadi banyak kesalahan yang kita lakukan dalam tindakan hidup kita sehari-hari. Hari ini banyak orang hanya memahami bahwa merdeka itu adalah bebas dari cengkraman musuh/penjajah, namun ada sebuah pertanyaan yang perlu kita pikirkan bersama: bagaimana kita menggaitkan pengertian merdeka dengan kehidupan rohani, kalau hanya artinya bebas dari cengkraman atau penjajahan? Apa benar orang percaya setelah dimerdekan Kristus benar-benar bebas dari cengkraman dosa dan bisa hidup sebebas-bebasnya? Dan orang yang sudah merdeka tidak mungkin lagi dikuasai dosa?

Supaya kita paham arti merdeka yang sebenarnya mari kita melihat apa yang rasul Paulus ajarkan berkaitan dengan dimerdekan dalam Kristus. Kalau tidak hati-hati kita bisa salah memahami arti merdeka seperti yang terjadi pada kehidupan jemaat mula-mula dimana ada sebagian jemaat berpikir bahwa kasih karunia telah mengampuni dosa dan membebaskan mereka dari hukum taurat, jadi mereka tidak perlu lagi waspada dan melawan dosa yang akhirnya membuat mereka tetap hidup berkancang dalam dosa. Kalau seperti ini, artinya merdeka hanya sekedar pernyataan tetapi hidupnya tetap belum bebas dan masih dalam cengkaram dosa.

Paulus menggunakan pertanyaan yang sangat simple kepada jemaat yang menerima suratnya, untuk membuka cara berpikir jemaat yang keliru. Pertanyaan Paulus simple tetapi mengandung makna yang tegas untuk jemaat memilih tetap hidup dalam dosa atau setelah menerima kasih karunia mau hidup dalam kebenaran. Bagi Paulus tidak ada wilayah netral, kalau sudah merdeka tidak mungkin lagi seseorang membiarkan dirinya hidup dikuasai dan dikendalikan oleh dosa. Sebab tuan mereka sudah berbeda, tuan mereka bukan lagi dosa tetapi kebenaran, maka hidup orang yang merdeka seharusnya dikendalikan oleh kebenaran. Artinya hidup orang yang merdeka harus terus menghasilkan buah-buah pengkudusan yang membawa mereka pada kekekalan.

 

Hal kedua yang dinyatakan rasul Paulus berkaitan dengan dimerdekankan dari dosa adalah sebagai berikut :

  1. Orang yang merdeka harus memiliki konsep pikir yang benar mengenai anugrah kasih karunia. (ay 17-18)
  2. Orang yang merdeka harus sadar statusnya sudah berubah.(ay 18)
  3. Orang yang merdeka harus sadar ada tabiat lama yang harus diganti dengan tabiat baru. (ay 19).
  4. Orang merdeka harus sadar tuannya sekarang bukan lagi dosa tetapi kebenaran yang membawa pada pengudusan. (ay 19).

 

Kesimpulan “sekali merdeka tetap merdeka” menurut firman Tuhan adalah sebagai berikut:

  1. Sekali kita dimerdekakan Tuhan selamanya kita3 tetap merdeka.
  2. Orang merdeka pasti dibangun dengan konsep pikir yang benar di dalam Tuhan.
  3. Merdeka berarti melepas tabiat lama dan mengantinya dengan tabiat Kristus.
  4. Merdeka artinya bebas dari kendali dan cengkaram iblis.
  5. Orang merdeka menyerahkan totalitas hidupnya pada Kristus.

 Oleh : Pdt. Andreas Halim