Day: August 13, 2017

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA Roma : 6 : 15 – 23 Saat kita mendengar kata merdeka, apa yang ada di benak kita? Apa yang dimaksud dengan merdeka?  Bila kita tidak mengerti kata merdeka dengan benar maka, akan terjadi banyak kesalahan yang kita lakukan dalam tindakan hidup kita sehari-hari. Hari ini banyak orang hanya memahami bahwa merdeka itu adalah bebas dari cengkraman musuh/penjajah, namun ada sebuah pertanyaan yang perlu kita pikirkan bersama: bagaimana kita menggaitkan pengertian merdeka dengan kehidupan rohani, kalau hanya artinya bebas dari cengkraman atau penjajahan? Apa benar orang percaya setelah dimerdekan Kristus benar-benar bebas dari cengkraman dosa dan bisa hidup sebebas-bebasnya? Dan orang yang sudah merdeka tidak mungkin lagi dikuasai dosa? Supaya kita paham arti merdeka yang sebenarnya mari kita melihat apa yang rasul Paulus ajarkan berkaitan dengan dimerdekan dalam Kristus. Kalau tidak hati-hati kita bisa salah memahami arti merdeka seperti yang terjadi pada kehidupan jemaat mula-mula dimana ada sebagian jemaat berpikir bahwa kasih karunia telah mengampuni dosa dan membebaskan mereka dari hukum taurat, jadi mereka tidak perlu lagi waspada dan melawan dosa yang akhirnya membuat mereka tetap hidup berkancang dalam dosa. Kalau seperti ini, artinya merdeka hanya sekedar pernyataan tetapi hidupnya tetap belum bebas dan masih dalam cengkaram dosa. Paulus menggunakan pertanyaan yang sangat simple kepada jemaat yang menerima suratnya, untuk membuka cara berpikir jemaat yang keliru. Pertanyaan Paulus simple tetapi mengandung makna yang tegas untuk...

Read More

BENAR-BENAR MERDEKA

BENAR-BENAR MERDEKA Olaudah Equiano (± 1745–1796) baru berumur 11 tahun ketika diculik dan dijual sebagai budak. Ia berhasil melewati perjalanan yang sangat berat dari Afrika Barat menuju Hindia Barat, lalu sampai ke wilayah koloni Virginia, dan terakhir sampai di Inggris. Ketika berumur 20 tahun, ia menebus sendiri kemerdekaannya, dengan masih membawa luka fisik dan emosi dari perlakuan tidak manusiawi yang pernah diterimanya. Karena merasa tidak dapat menikmati kemerdekaannya sendirian sementara masih ada orang yang menjadi budak, Equiano pun aktif dalam pergerakan untuk menghapus perbudakan di Inggris. Ia menulis autobiografi (pencapaian luar biasa yang tak terpikirkan bagi seorang mantan budak pada masa itu) yang berisi penggambarannya tentang perlakuan keji yang diterima para budak saat itu. Ketika Yesus datang, Dia berjuang bagi kita semua yang berada di bawah perbudakan dan yang tidak mampu melepaskan diri kita sendiri. Perbudakan kita bukanlah perbudakan secara jasmani. Kita semua dibelenggu oleh kebobrokan dan dosa-dosa kita sendiri. Yesus berkata, “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal di dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” (Yoh. 8:34-36). Firman-Nya perlu diberitakan di tempat-tempat yang belum pernah mendengar tentang kebebasan sejati dari Yesus. Kita dapat dimerdekakan dari kesalahan, rasa malu, dan keputusasaan kita. Dengan percaya kepada Yesus, kita akan benar-benar merdeka! Terima kasih, Tuhan Yesus, atas pengorbanan-Mu yang menjamin kemerdekaan dan hidup...

Read More