MEZBAH KELUARGA

Ulangan 6:4-9

Ada pernyataan atau kalimat: Kekristenan dirancang untuk hidup sehari-hari, atau Kekristenan dirancang hanya untuk hari minggu saja. Kita pasti pilih yang pertama VS Faktanya? — justru yang sebaliknya (Kekristenan kita banyak yang hanya diperuntukkan di hari minggu saja. Bahkan kekristenan kita banyak yang hanya diperuntukkan di gedung gereja saja)

Orang Kristen yang baik: “menyatakan” hidup kekristenan untuk segala hari yang ada. Demikian pula, bila kita berbicara mengenai Mezbah Keluarga atau altar family atau face time (istilah keluarga kami). Nafas/spirit yang sama. Prinsip ini adalah juga “roh” yang terdapat dalam ulangan pasal 6!! Prinsip ini haruslah pertama-tama kita bisa “tangkap”. Bila tidak demikian, maka Mezbah Keluarga berpotensi “menyiksa” dan “memenjarakan” kita.

Harus menilik baik-baik akan Ulangan 6:7. Konsistensi dan ketekunan itu adalah perlu; tetapi KITA HARUS KREATIF — alias jangan kaku. Mau Mezbah Keluarga?? — minta hikmat, agar kita mampu dan mau kreatif. Jangan sekedar memindahkan kebaktian umum di rumah!! — mematikan (membosankan).

Kreatif: bikin repot dan butuh pengorbanan; sangat efektif untuk melawan 3 musuh bebuyutan: Sarkos (kedagingan), Kosmos (dunia dan pikirannya) dan Satanos (setan). Mezbah Keluarga yang kreatif dan berkesinambungan membuat 3 musuh mundur dan KO.  Proklamasi bahwa fokus kita (seluruh keluarga) dan andalan kita (seluruh keluarga) hanyalah Tuhan dan hikmat-Nya. Amsal 18:10 yaitu: Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

Ayat 8-9! Orang Yahudi kebanyakan menerapkan ayat ini HANYA MENJADI “dresscode” atau pakaian lahiriah (FILAKTERIA – di dahi dan di lengan, TZIZIT– jumbai baju dan MEZUZAH – di pintu rumah). Padahal yang dikehendaki lebih jauh dari ayat itu adalah supaya Firman Tuhan menjadi “pakaian batiniah” alias jadi panutan/teladan. Kita selaku orangtua, bisa saja: “memperkatakan” Firman Tuhan dalam Mezbah Keluarga atau dalam keseharian kita; katakan kepada anak-anak kita bahwa kita ini telah membaca Alkitab dari Kejadian sampai dengan Wahyu; menyuruh mereka membaca Alkitab atau menyuruh mereka pergi ke sekolah minggu. Semakin diteguhkan dan lebih bersukacita apabila orangtua menjadi contoh nyata dari ketaatan akan Firman

Aplikasi:  menuntut diri menjadi panutan/teladan? meneguhkan anak-anak dan keluarga kita melalui keteladanan kita? menjadi teladan secara terus-menerus? Mezbah Keluarga jalan terus dan keteladanan juga jalan terus.

Inilah yang kita pelajari:  Konsistensi — Kreatif –Teladan seumur hidup.

Oleh : Pdt. Elyardman