MEMBANGUN IBADAH YANG INSPIRATIF

Nats: Ulangan 6:3-7; Yohanes 14:15; Kolose 3:16;

Kata “INSPIRATIF” memiliki makna menggerakkan, mempengaruhi, atau memotivasi. Kalau dikaitkan dengan ibadah, yang dapat juga bermakna hubungan kita dengan Tuhan, maka setiap kita, saya yakin, ingin memiliki kehidupan ibadah yang menggerakkan, mempengaruhi, atau memotivasi.

Untuk memiliki kehidupan ibadah yang seperti itu, kita tidak boleh bersandar pada kekuatan manusia, namun pada kuasa Allah, karena ibadah bukanlah usaha manusia namun inisiatif dan karya Allah. Oleh sebab itu kita perlu mengembangkan ibadah yang berpusat pada Allah (God-centered). Bagaimanakah ibadah yang berpusat pada Allah itu?

Dalam Ulangan 6:3-7 jelas mengatakan bahwa kehidupan manusia yang diberkati adalah kehidupan yang mengutamakan Allah dalam segala sesuatu. Kita dituntut untuk mengasihi Allah dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Inilah inti dari ibadah yang sejati, sebab hidup kita saat ini bukanlah milik kita sendiri, namun sepenuhnya milik Kristus.

Kalau kita berkata bahwa kita mengasihi Allah, maka ada satu hal penting yang harus kita lakukan. Yohanes 14:15 berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Di sini segala sesuatu dalam ibadah menjadi sangat jelas, bahwa ibadah tidak bisa terlepas dari perintah/Firman Tuhan.

Ligon Duncan (pendeta senior di First Presbyterian Church di Jackson, Mississippi, USA) merumuskan bahwa seluruh bagian ibadah harus terinspirasi oleh Firman Tuhan. Sehingga segala sesuatu yang kita lakukan dalam ibadah kita haruslah didasari, dipengaruhi, digerakkan dan dimotivasi oleh Firman Tuhan. Konsep ini dijabarkan menjadi: Read the Bible (membaca Firman Tuhan), Preach the Bible (mengkhotbahkan Firman Tuhan), Pray the Bible (Berdoa Firman Tuhan), Sing the Bible (menyanyi Firman Tuhan), dan See the Bible (melihat Firman Tuhan, khususnya dalam sakramen).

Dalam kenyataannya, kita sudah sering dan banyak mendengar Firman Tuhan, namun selalu saja muncul pertanyaan mengapa hidup ibadah kita seolah-olah kurang inspiratif. Mungkin saja permasalahannya ada pada bagaimana sikap kita dalam menerima Firman Tuhan. Ada 4 sikap yang harus kita bangun agar ibadah kita inspiratif, yaitu:

  1. Hati terbuka, agar kita siap mendengar Sabda Tuhan.
  2. Sabar, jangan terburu-buru.
  3. Hening, sehingga perhatian kita dapat terpusatkan pada Firman Tuhan, dan
  4. Kepasrahan iman yang mendalam, sehingga Tuhan akan berkarya.

Oleh : Ev. Yunus Sutandio