Day: July 23, 2017

KETAATAN ADALAH IBADAH

KETAATAN ADALAH IBADAH Sepanjang perjalanan bersama tim paduan suara dari sebuah sekolah menengah Kristen, saya senang melihat para siswa ini memuliakan Tuhan dalam ibadah demi ibadah di setiap gereja yang kami kunjungi. Saya lebih senang lagi menyaksikan yang terjadi di luar gereja. Suatu waktu mereka bertemu dengan seorang wanita yang tidak mem-punyai cukup uang untuk membeli bensin. Pada saat itu juga mereka merasa digerak-
kan Tuhan untuk mengumpulkan uang bagi wanita ini. Uang yang mereka kumpulkan 
pun cukup untuk beberapa kali mengisi 
tangki bensinnya sampai penuh. Beribadah dan memuji Tuhan di gereja memang penting, tetapi keluar ke dunia nyata dan beribadah kepada-Nya melalui ketaatan hidup sehari-hari juga tidak kalah penting.
Teladan dari para siswa ini mendorong kita untuk melihat kehidupan kita masing-masing. Apakah kita membatasi ibadah kita hanya di dalam gereja? Ataukah kita melanjutkan ibadah kita kepada Allah dengan jalan menaati Dia dalam kehidupan sehari-hari dan menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk melayani? Dalam 1 Samuel 15, Saul diperintahkan Tuhan untuk melakukan suatu tugas; namun kita melihat bahwa apa yang dilakukannya 
(ay.20-21) menunjukkan bahwa ia menggunakan ibadah (sikap mempersembahkan korban) sebagai alasan dari kegagalannya menaati Allah. Tanggapan Allah adalah, “Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban” (ay.22 BIS).
 Beribadah di gereja adalah hal yang baik. Namun mari memohon Allah untuk menunjukkan beragam cara untuk senantiasa memberi-
kan kemuliaan yang layak diterima-Nya melalui ketaatan kita. Tuhan, aku ingin beribadah kepada-Mu bukan di...

Read More

MEMBANGUN IBADAH YANG INSPIRATIF

MEMBANGUN IBADAH YANG INSPIRATIF Nats: Ulangan 6:3-7; Yohanes 14:15; Kolose 3:16; Kata “INSPIRATIF” memiliki makna menggerakkan, mempengaruhi, atau memotivasi. Kalau dikaitkan dengan ibadah, yang dapat juga bermakna hubungan kita dengan Tuhan, maka setiap kita, saya yakin, ingin memiliki kehidupan ibadah yang menggerakkan, mempengaruhi, atau memotivasi. Untuk memiliki kehidupan ibadah yang seperti itu, kita tidak boleh bersandar pada kekuatan manusia, namun pada kuasa Allah, karena ibadah bukanlah usaha manusia namun inisiatif dan karya Allah. Oleh sebab itu kita perlu mengembangkan ibadah yang berpusat pada Allah (God-centered). Bagaimanakah ibadah yang berpusat pada Allah itu? Dalam Ulangan 6:3-7 jelas mengatakan bahwa kehidupan manusia yang diberkati adalah kehidupan yang mengutamakan Allah dalam segala sesuatu. Kita dituntut untuk mengasihi Allah dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Inilah inti dari ibadah yang sejati, sebab hidup kita saat ini bukanlah milik kita sendiri, namun sepenuhnya milik Kristus. Kalau kita berkata bahwa kita mengasihi Allah, maka ada satu hal penting yang harus kita lakukan. Yohanes 14:15 berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Di sini segala sesuatu dalam ibadah menjadi sangat jelas, bahwa ibadah tidak bisa terlepas dari perintah/Firman Tuhan. Ligon Duncan (pendeta senior di First Presbyterian Church di Jackson, Mississippi, USA) merumuskan bahwa seluruh bagian ibadah harus terinspirasi oleh Firman Tuhan. Sehingga segala sesuatu yang kita lakukan dalam ibadah kita haruslah didasari, dipengaruhi, digerakkan dan dimotivasi oleh...

Read More