MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN

(Yohanes 4:23-24)

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)

Jemaat sekalian, berbicara mengenai tema Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, maka kita harus mengerti dengan dengan baik beberapa pertanyaan di bawah ini. Saya mulai dengan pertanyaan: Apakah tujuan kita datang di rumah Tuhan atau datang ke gereja? Banyak orang tidak atau kurang memahami apa tujuan kita datang kepada ke rumah Tuhan. Banyak tujuan yang tidak benar seorang datang ke rumah Tuhan. Namun, sebagai orang kristen yang berkenan kepada Tuhan kita harus memiliki tujuan yang benar sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan. Tujuan kita datang ke rumah Tuhan bukan hanya semata-mata mendengarkan hamba Tuhan yang berkhotbah, mendengar pujian dari paduan suara, atau tujuan lainnya…..melainkan datang bertemu Tuhan dalam penyembahan, memuji memuliakan Tuhan, berdoa dan mendengarkan Firman Tuhan.

Selanjutnya, siapakah yang menjadi objek ibadah kita? Sudahkah kita mengenal pribadi Allah yang kita sembah? Jemaat sekalian, Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan kasih, namun Dia juga Allah yang penuh ketegasan dan disiplin. Kita harus mengenal siapakah Tuhan yang kita sembah dan yang bersabda kepada kita. Pengenalan ini sangat penting! Karena jika kita sungguh-sungguh memahami siapakah Allah yang kita sembah dan yang mau bersabda kepada kita, maka kita tentu tidak akan datang kepada-Nya dengan sembarang, kita juga tidak mendengarkan Firman Tuhan pun dengan sikap sembarangan. Allah ada dalam bait-Nya, semua manusia harus sujud menyembah-Nya dengan sikap hati yang penuh hormat kepada-Nya. Dalam penyembahan, kita harus mengerti bahwa Allah yang menjadi objek penyembahan kita. Kita sering kali mengabaikan tujuan ibadah yang sesungguhnya bahwa Allah yang menjadi pusat atau objek penyembahan kita, bukan manusia yang menjadi fokus atau objek penyembahan kita. Tuhan Yesus berkata: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:23). Jadi, kita datang di rumah Tuhan adalah untuk menyembah-Nya dan Dialah objek penyembahan kita. Dengan demikian, mari kita datang ke rumah Tuhan dengan tujuan menyembah Tuhan dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya objek atau pusat penyembahan kita.

Pertanyaan berikutnya, pahamkah bagaimana prinsip penyembahan kita? Dalam menyembah kepada-Nya biasanya ada bentuk atau ritual /ritualnya, namun semua upacara yang dilakukan harus keluar dari kasih dalam hati atau batiniah yang terdalam. Jika kasih kita tidak keluar dari hati yang terdalam, tidak menyembah dalam roh dan kebenaran, maka seluruh upacara atau ritual penyembahan kita hanyalah lahiriah dan sia-sia saja. Dalam ibadah dalam PL orang datang kepada Tuhan dengan membawa binatang sebagai korban kepada-Nya, dalam PB tentunya tidak membawa binatang sebagai korban kepada Tuhan, tetapi prinsipnya sama yaitu yaitu datang kepada Tuhan dengan sikap hati yang penuh penyembahan kepada Tuhan agar ibadah dan penyembahan kia diperkenankan Tuhan. Bagaimana prinsip penyembahan kita yang diperkenankan Tuhan? Jawabannya adalah Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Jika dalam penyembahan kita di hadapan Tuhan kita tidak dengan roh dan kebenaran, maka semuanya adalah sia-sia, kita tidak akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan, bahkan tidak akan diperkenankan Tuhan. Jadi, menyembah Allah dalam roh dan kebenaran adalah prinsip ibadah kita. Kiranya pemahaman yang tepat dari beberapa pertanyaan di atas dapat menolong kita dapat menyembah Allah dalam roh dan kebenaran sebagaimana Tuhan kehendaki dalam setiap ibadah kita, sehingga kita dapat menjalani penyembahan yang benar dan diberkati oleh Tuhan.  Tuhan memberkati kita, Amin!