Day: July 2, 2017

Apa Adanya

Apa Adanya Beberapa saat sebelum Yesus disalibkan, seorang wanita bernama Maria menuangkan sebotol minyak wangi yang mahal di kaki-Nya. Kemudian ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya—suatu tindakan yang bisa dibilang sangat berani (Yoh. 12:3). Mungkin dengan itu Maria mengorbankan seluruh tabungannya, tetapi ia juga telah mempertaruhkan reputasinya. Dalam budaya Timur Tengah abad pertama, para perempuan terhormat tidak pernah membiarkan rambut mereka terurai di depan umum. Namun, ibadah yang sejati tidak mementingkan apa pendapat orang lain tentang sikap kita (2Sam. 6:21-22). Demi menyembah Yesus, Maria rela dianggap sebagai seorang wanita yang tidak sopan, bahkan mungkin tidak bermoral. Mungkin ada di antara kita yang merasakan tekanan untuk tampil sempurna di gereja agar orang lain berpikir yang baik-baik tentang kita. Ibaratnya, kita berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap helai rambut kita tertata dengan rapi. Namun, gereja yang sehat adalah suatu tempat di mana kita dapat datang apa adanya tanpa perlu menyembunyikan kekurangan kita di balik topeng kesempurnaan yang pura-pura. Di dalam gerejalah sepatutnya kita dapat membuka diri terhadap kelemahan-kelemahan kita agar kita beroleh kekuatan, daripada menutup-nutupi segala kegagalan kita hanya supaya kita terlihat kuat di mata orang lain. Beribadah tidak berarti kita bersikap seolah-olah tidak ada yang salah; beribadah berarti memastikan bahwa segala sesuatunya benar, yakni kita berada dalam hubungan yang benar dengan Allah dan dengan sesama. Jika kita begitu takut untuk bersikap apa adanya di hadapan Allah, mungkin saja kita telah...

Read More

IBADAH YANG SEJATI

IBADAH YANG SEJATI  Lukas 10:38-42; Yohanes 11:32; Yohanes 12:1-3 Suatu ibadah disebut sejati apabila ibadah kita dibenarkan oleh Allah. Ibadah yang sejati berkaitan dengan sikap hati orang percaya yang sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Hari ini kita akan merenungkan tentang unsur-unsur ibadah yang seharusnya dimiliki dan dipraktekkan seseorang percaya agar ibadahnya disebut ibadah yang sejati. Unsur-unsur ibadah yang sejati, paling tidak ada tiga, antara lain: Pertama: Sungguh-sungguh datang mendengarkan Firman Tuhan. Dalam bagian Firman Tuhan yang kita baca, bahwa salah satu sikap hati seorang Maria yang dipuji Tuhan, yang terbaik yang telah dipilih oleh Maria adalah dia “…duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya” (Lukas 10:39, 42). Mendengarkan Firman Tuhan sangatlah bermanfaat bagi seseorang karena ia akan diajar, dinyatakan kesalahan, diperbaiki kelakuannya dan dididik dalam kebenaran (bandinkan II Timotius 3:16). Mendengarkan Firman Tuhan juga memahami siapakah Tuhan kita. Dia bukan hanya Allah yang sanggup mencukupi kebutuhan fisik kita, melainkan juga memelihara kebutuhan rohani kita, Dialah sandaran rohani kita, perisai yang kuat, benteng hidup kita. Marilah kita duduk tenang, menanti dan sungguh-sungguh datang mendengarkan Firman Tuhan. Tuhan akan memeliharamu. Kedua, Serahkan pergumulan dan beban berat kepada Tuhan. Pernah dicatat dari seorang Maria dalam suatu peristiwa di Betania di mana ia dalam keadaan sedih karena ditinggal oleh saudara laki-lakinya yang meninggal yaitu bernama Lazarus. Dia pernah tersungkur di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku...

Read More