Day: June 25, 2017

PERCAYA SAJA

PERCAYA SAJA Ketika anak-anak kami masih kecil, membawa mereka ke dokter adalah pengalaman yang menarik. Ruang tunggu dokter itu dipenuhi mainan yang bisa mereka mainkan dan majalah anak-anak yang suka saya bacakan untuk mereka. Sampai di situ tidak ada masalah. Namun  begitu  saya  menggendong  mereka masuk ke kamar praktek dokter, segalanya berubah. Keceriaan tiba-tiba berubah menjadi ketakutan, apalagi ketika perawat mendekati mereka dengan jarum suntik. Semakin dekat langkah si perawat, semakin erat mereka memeluk saya. Mereka memeluk saya dengan erat untuk mendapat kelegaan, atau mungkin mereka berharap tidak perlu disuntik, tanpa menyadari bahwa suntikan itu sebenarnya untuk kebaikan mereka sendiri. Terkadang dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa ini, kita silih berganti mengalami masa yang damai dan tenang menjadi masa yang menyakitkan dan penuh pergumulan. Pada saat itulah, kita bertanya, “Bagaimana seharusnya saya menanggapi semua ini?” Kita bisa merasa takut dan bertanya-tanya mengapa Allah membiarkan hal itu menimpa kita. Atau sebaliknya, kita dapat meyakini bahwa di tengah masalah tersebut, Allah sedang melakukan sesuatu yang pada akhirnya adalah untuk kebaikan kita juga, walaupun itu terasa menyakitkan. Kiranya kita juga mengingat perkataan yang ditulis sang pemazmur, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mzm. 56:4). Seperti anak-anak saya, semakin sulit keadaannya, semakin erat kita harus bergantung kepada-Nya. Percayalah kepada-Nya. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan! Datanglah segera, Tuhan, untuk menolongku. Ajarku untuk mempercayai-Mu di masa-masa sulit. Ingatkan aku akan kehadiran-Mu dan pada kenyataan...

Read More

JANGAN TAKUT, PERCAYALAH!

JANGAN TAKUT, PERCAYALAH! Yakobus 1:2-8 & 12 Pendahuluan       William Edgar dalam bukunya your qustions, God answers menerangkan konsep Filsafat Asia mengenai penderitaan, kesakitan, dan kematian adalah sesuatu yang tidak nyata atau sebuah ilusi. Filsafat Asia memberikan jalan keluar agar seseorang terlepas dari kejahatan, penderitaan, kesakitan ataupun kematian dengan cara “pelepasan diri” (melepas segala ilusi perasaan dan kepribadian). Hal ini menjelaskan bagaimana manusia berusaha melepaskan ataupun menghindari penderitaan, kesakitan bahkan kematian. Jika ditelusuri lebih dalam manusia takut untuk menghadapi penderitaan, kesakitan dan kematian. Segala cara digunakan manusia untuk menghindari hal tersebut, namun menemukan kebuntuan. Penderitaan, kesakitan dan kematian adalah bagian yang nyata dari kehidupan manusia yang diakibatkan oleh dosa. Eksposisi Yakobus 1:2-8 & 12       Menurut seorang ahli Perjanjian Baru, Ayat 2 dan 12 membentuk sebuah inclusion (ide/kata dibagian awalsama dengan ide/kata di bagian akhir) yang menandakan bahwa ayat 2-12 merupakan satu kesatuan pemikiran. Kata “ujian” dan ide “berbahagia” muncul di ayat 2 maupun 12. Dari Yakobus 1:2-12, kita akan belajar beberapa kebenaran, yakni: Ayat 2-4 mengajarkan hal-hal yang menyakitkan seperti penderitaan, kesakitan, bahkan kematian merupakan proses pembentukan kita. Ayat 5-8 mengajarkan Tuhan tidak meninggalkan kita dalam jeritan hidup ini. Ayat 12 mengajarkan bahwa Tuhan akan memberikan mahkota kehidupan kepada mereka yang hidup teguh dalam iman. Kesimpulan Penderitaan, kesakitan bahkan kematian adalah bagian dalam kehidupan manusia yang berdosa. Hal-hal tersebut tidak dapat dihindari, melainkan harus dihadapi dengan cara pandang...

Read More