Tuhan, Saya Merasa Terluka (Pahit)

Ibrani 12:15

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Dari teks ini kita bisa melihat persoalan terluka (kepahitan) yang dialami seorang Kristen dan apa akibatnya jika tidak menerima pemulihan.

Kita harus memahami terlebih dahulu apa penyebab utama dari hati yang terluka; apakah benar karena orang lain, karena situasi atau karena ada sebab lainnya?

Kalau kita perhatikan Ibrani 12:15 (Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit…) kita menemukan, bahwa penyebab utama hati yang terluka (kepahitan) adalah kalau kita menjauhi Tuhan; bukan karena orang lain, dan bukan karena situasi.

Terlalu banyak orang dan situasi yang bisa membuat kita tidak bisa menerima, tetapi persoalan utama dari terlukanya hati kita bukanlah karena itu, sebab ada Yusuf yang diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudaranya hatinya bisa tetap baik; terbukti saat mereka yang pernah jahat terhadapnya meminta bantuan makanan, mereka diterima dan dibantu oleh Yusuf. Bagaimana bisa demikian ? Sebab Yusuf hidupnya dekat dengan Tuhan (baik di rumah Potifar maupun di penjara Yusuf dekat dengan Tuhan).

Kalau kita menjauhi Tuhan maka akan ada dampak yang muncul dari hidup kita, yaitu membuat orang lain susah.

Perhatikan Ibrani 12:15 (… tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.)

Kita akan menyusahkan banyak orang karena ucapan yang pahit, sikap yang tidak bersahabat, tindakan yang jahat dan akan membuat orang lain yang seharusnya tidak berdosa menjadi berdosa karena mereka akan bereaksi terhadap apa yang kita ucapkan dan lakukan.

Ketika Raja Saul tidak bisa bersyukur dengan status Raja yang diberikan oleh Tuhan; masih menginginkan pujian yang diberikan rakyat Israel kepada Daud maka ia menjadi terluka (iri hati). Sebagai akibatnya, Saul membuat Daud susah dan hampir membuat Daud berdosa ketika ada kesempatan untuk membunuh Raja Saul yang terus menginginkan kematiannya.

Hati yang terluka (kepahitan) hanya akan sembuh, jika kita mengambil keptusan untuk selalu dekat dengan Tuhan; hanya kekuatan, hikmat dan penghiburan Tuhanlah yang akan membuat kita tahan terhadap orang yang jahat atau situasi yang tidak sesuai dengan hati kita.

Oleh : Pdt. Hadi Sugianto