Day: June 4, 2017

KETIKA YA BERARTI TIDAK

KETIKA YA BERARTI TIDAK Saya bersyukur kepada Allah karena diberi kesempatan istimewa untuk merawat ibu saya dalam perjuangannya menghadapi penyakit leukemia. Ketika obat-obatan justru menambah rasa sakitnya, ibu memutuskan untuk menghentikan pengobatan. “Aku tak mau menderita lagi,” katanya. “Aku ingin menikmati hari-hari terakhirku bersama keluarga. Tuhan tahu aku sudah siap untuk pulang.” Saya memohon kepada Bapa Surgawi—Sang Tabib Agung—dengan keyakinan bahwa Dia sanggup mengadakan mukjizat. Namun, jika Allah berkenan menjawab ya untuk doa ibu saya, Dia harus menjawab tidak untuk doa saya. Sembari menangis tersedu-sedu, saya berserah, “Jadilah kehendak-Mu, Tuhan.” Tidak lama setelah itu, Tuhan Yesus pun menyambut ibu saya dalam kekekalan di mana ia tidak akan lagi merasakan kesakitan. Di dunia yang telah jatuh dalam dosa ini, kita akan mengalami penderitaan sampai saatnya Yesus datang kembali (Rm. 8:22-25). Natur kita yang berdosa, penglihatan kita yang terbatas, dan ketakutan pada penderitaan dapat melemahkan kemampuan kita untuk berdoa. Syukurlah, “[Roh], sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus” (ay.27). Roh Kudus mengingatkan kita bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (ay.28), bahkan ketika jawaban ya dari-Nya untuk orang lain berarti menjadi jawaban tidak yang mengecewakan kita. Ketika kita menerima peran kita yang kecil di dalam maksud Allah yang lebih besar, kita dapat berkata seperti semboyan yang sering diucapkan Ibu: “Allah itu baik, dan itu cukup. Apa pun keputusan-Nya, aku merasa tenteram.” Dengan meyakini...

Read More

KARYA ROH KUDUS: ROH KUDUS MEMENUHI KITA

KARYA ROH KUDUS: ROH KUDUS MEMENUHI KITA Nas: Efesus 5:18 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” Karya Roh Kudus di dalam diri orang percaya dapat dipahami sebagai berikut, antara lain: Roh Kudus melahirkan kita kembali, membaptis kita, tinggal di dalam kita, memeteraikan kita. Keempat karya Roh Kudus di atas terjadi terbatas pada satu pengalaman , yaitu terjadi seketika pada saat kita percaya dan satu kali untuk selamanya. Namun karya Roh Kudus lainnya, dan salah satu yang akan kita renungan bersama mengenai Roh Kudus memenuhi kita, berbeda dengan ke-4 karya Roh Kudus di atas karena tidak terbatas pada satu pengalaman saja, melainkan dapat berulang-ulang [Buku Pedoman Katekisasi GKT, hal 67-68]. Hendaklah Kamu Penuh Dengan Roh Kudus Kata-kata ini merupakan suatu perintah dalam bentuk jamak, ditujukan kepada semua orang kristen dan kepenuhan Roh Kudus tersedia bagi semua orang Kristen. Kalau Roh Kudus memenuhi kita, ini tidak berarti kita harus diam saja atau bersifat pasif, melainkan bersifat aktif  bahwa orang kristen harus menunjukkan hidup yang dipenuhi Roh Kudus. Paulus menggunakan kata perintah bentuk present (present imperative) dengan maksud agar perintahnya dilakukan terus menerus.  Ciri-ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus. Ada beberapa ciri orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus, saya hanya menyebutkan beberapa ciri, antara lain di bawah ini: Taat pada Roh Kudus Ciri pertama orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang tersebut...

Read More
Translate »