Month: May 2017

Katekismus Heidelberg (1563)

Perkataan ‘katekismus’ berkaitan dengan kata kerja Yunani katekhein, ‘memberitahukan dari atas (panggung, mimbar) ke bawah’, dari situ juga ‘mengajarkan’. Mulai abad pertama (Lukas 1:4, Kis 18:25, Gal 6:6) katekhein menjadi istilah baku yang mengacu ke kegiatan membimbing masuk anggota baru ke dalam iman Kristen, apakah mereka orang dewasa yang baru menjadi percaya atau anak-anak yang telah dibaptis, tetapi masih perlu menerima pengajaran. Pengajaran itu diberikan secara lisan. Memang ada pembimbing tertulis (a.l. kitab ‘Didache’, yang ditulis sekitar tahun 100, dan ‘Pengajaran pertama kepada para calon anggota Gereja’ karangan Augustinus), tetapi tulisan itu tidak mendapat status resmi. Luther yang pertama kali menerbitkan katekismus dalam arti buku pelajaran yang membahas pokok-pokok iman Kristen secara sistematis dan yang umum dipakai sebagai pedoman dalam pengajaran iman. Katekismus Besar dan Kecil karangan Luther menjadi buku katekisasi di seluruh Gereja Lutheran. Akan tetapi, Reformasi beraneka ragam, dan menekankan pemakaian bahasa nasional. Maka muncullah sejumlah besar katekismus lain. Katekismus Jenewa (Katekismus Calvin, 1536/45) diterima umum di gereja-gereja Calvinis berbahasa Perancis. Katekismus Anglikan (1549) ditujukan kepada Gereja Nasional Kerajaan Inggris. Katekismus Heidelberg (1563) menjadi pedoman pengajaran agama dan kitab pengakuan iman dalam gereja-gereja Calvinis berbahasa Jerman dan Belanda. Dan Katekismus Westminster, yang Besar dan yang Kecil (1647), sampai sekarang berwibawa besar dalam Gereja-gereja Calvinis berbahasa Inggris. Gereja Katolik Roma pun pada zaman itu menerbitkan katekismus resmi sendiri, yaitu Catechismus Romanus (1566), yang merupakan buku pedoman untuk kaum klerus. Katekismus Heidelberg disusun...

Read More

MENJADI SAKSI

MENJADI SAKSI Ketika saya masih remaja, saya pernah menyaksikan sebuah kecelakaan mobil. Pengalaman itu sendiri begitu mengejutkan, dan semakin diperburuk dengan apa yang harus saya jalani selanjutnya. Sebagai satu-satunya saksi atas kecelakaan itu, saya menghabiskan bulan-bulan berikutnya untuk berbicara dengan serentetan pengacara dan petugas asuransi tentang apa yang telah saya lihat. Saya tidak diminta untuk menjelaskan keadaan fisik dari mobil yang hancur atau rincian dari trauma medisnya. Saya diminta untuk hanya mengatakan apa yang telah saya saksikan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi saksi atas apa yang telah Yesus lakukan di dalam kita dan bagi kita. Untuk menuntun orang kepada Kristus, kita tidak perlu dapat menjelaskan setiap persoalan teologis atau menjawab setiap pertanyaan. Yang harus kita lakukan adalah menjelaskan apa yang telah kita saksikan di dalam hidup kita sendiri melalui salib dan kebangkitan Juruselamat kita. Luar biasanya lagi, kita tidak perlu bergantung kepada diri kita sendiri untuk melakukannya. Yesus berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8). Ketika kita bergantung kepada kuasa Roh Kudus, kita dapat membawa orang-orang yang terluka di tengah dunia ini kepada Kristus yang sanggup menebus mereka. Dengan pertolongan-Nya, kita bisa bersaksi tentang kuasa kehadiran-Nya dalam diri kita yang sanggup mengubahkan hidup! ‘Ku suka menuturkan cerita mulia, Cerita Tuhan Yesus...

Read More

BUAH ROH: KEMURAHAN

BUAH ROH: KEMURAHAN Galatia 5:22; Lukas 6:27-36 Kata “Kemurahan” dalam Galatia 5:22 Yunaninya bisa diartikan sebagai kemurahan, kebaikan, penuh belas kasihan, keutulusan. Kemurahan ini berkaitan dengan praktek kehidupan moral dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.  Kemurahan sebagai buah dari Roh Kudus memiliki makna tidak hanya sekedar memberi sesuatu, tetapi bersedia ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, ikut merasakan kesusahan atau kesedihan yang mereka alami dan dengan tindakan yang nyata membantu menyelesaikan pergumulan atau persoalan yang mereka hadapi dan butuhkan. Arti kata kemurahan sebagai buah dari Roh Kudus ini adalah tindakan yang baik dan benar yang kita lakukan untuk orang lain atau untuk melayani Tuhan dengan motivasi karena kita telah menerima kemurahan (keselamatan) dari Tuhan. Kita dengan penuh sukacita mau berbagi segala berkat yang kita terima agar org lain juga merasakan  dan menerima segala berkat yg Tuhan berikan; dan apa yang diberikan dan dilakukan hanya untuk kemuliaan Allah, sebagai tanda kasih kita kepada Dia yg sudah begitu mengasihi kita. Orang percaya menghasilkan buah Roh yaitu kemurahan atau memiliki kemurahan dalam hidup, tidak dapat dengan bersandar pada diri sendiri. Kita dapat menghasilkan kemurahan dari buah Roh Kudus, hidup kita harus dikuasai Kristus. Selain itu kita haru meneladani hidup Kristus dan Memiliki hati seperti Kristus.  Markus 1:40-45 “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (1:41)…..” Di bawah ini kita melihat sebuah teladan konkrit dari Tuhan Yesus mengenai kemurahan hati atau belas kasihan...

Read More

May 2017
M T W T F S S
    Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Translate »